Minggu, 03 Februari 2013

Suatu Hari Nanti



aku ingin berkeliling, menelusuri bangsaku, bangsa indah, indonesia.
Aku ingin berjalan memulai langkah pertama di kota, tempat dimana aku pertama kalinya menyadari bahwa bangsaku berbeda. Semuanya terasa unik. Kota yang dingin, Bandung.
Diatas atap aku berdoa dan berharap, agar Suatu Hari Nanti aku bisa melihat dengan mata telanjang  indahnya nusantara ini.
Budaya, wisata, Kuliner,  Seni. Masih banyak lagi.
Satu pulaupun, tak akan aku lewati.
Dan aku  berjanji  jika  Suatu Hari Nanti di ijinkan, semua kisah akan ku tulis dan akan ku tunjukan kepada Dunia, inilah tanah batikku. Tanah tempat merah dan putih berdiri kokoh dan gagah.
Manado, akan menjadi kota terakhirku berjelajah. Sampai memutihpun rambutku, aku akan tetap tinggal diam seraya melayani Tuhan sebagai pemberi  Ibu Pertiwi ini.
-Song theme-
Tanah airku, tidak kulapakan kan terkenang selama hidupku...
Biarpun saya pergi jauh tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang ku cintai engkau ku hargai
Walaupun banyak negeri ku jalani, yang masyhur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku, disanalah ku rasa senang..
TANAH KU YANG KU CINTAI, ENGKAU KUHARGAI...

Untuk Mereka yang disana (Mama, Papa)



Ma, Pa..
Aku pamit yah, besok aku pergi.
Liburan kali ini, begitu beda dengan sebelumnya.
Begitu singkat, penuh dengan emosi, bahkan lebih berkesan dari yang kemarin.
Tapi entah kenapa, liburan kali ini sangat menyetuh perasaan dan bermakna dari sebelumnya.
Padahal, yang kulakukan stay up  bersama teman-teman lain.
Sedang kita hanya berdiam dirumah. Tapi canda dan tawa itu, ternyata yang membuat aku nyaman berada didekat kalian.
Tak ada tempat special kita kunjungi, tapi tahun ini mengambil tempat yang special dihati aku.
Tak ada kegiatan yang baru seperti sebelumnya, tapi kedamaian bersama kalian walau harus melakukan kegitan yang sama sepanjang waktu membuat aku merasa ini lebih dari cukup.

Sekarang, bisakah kalian berdoa untukku dan percaya
Kalau aku akan membuktikan, inilah anakmu berjalan sendiri kedepan dengan air mata mengingat masa kecil yang indah bersama kalian,
Meneruskan langkah untuk satu tujuan membalas Jasa dan Budimu, menggapai impian yang sengaja ku gantungkan tepat di depan mata (Kutip, 5 Cm), kugenggam erat di telapak tangan, dan kubawa sebagai doa untuk Tuhan Yang Kuasa.