Jumat, 03 Juni 2011

Kunjungan Osis SMAN 9 BINSUS MANADO, jumat 21 mei 2010

Udara di hari Jumat (21/5) sekitar pukul 09.00 pagi memang terasa sejuk di Lokon. Kesejukan itu dapat tera
sa dalam bus kuning yang berisi 50 siswa dan 4 guru pendamping. Perjalanan yang di warnai dengan lantunan lagu lagu indah bersama petikan gitar tua menjadi lebih selaras dengan tawa setiap siswa. Berharap secepat mungkin sampai pada tujuan.

Bus pun berhenti berjalan, pertanda kami telah sampai. siswa dengan pakaian putih abu-abu satu persatu keluar menuju lobi SMA LOKON. tak lama kemudian terdengar corong memanggil OSIS SMA LOKON untuk menyapa kami, kemudian di susul oleh Wakesek Kesiswaan. Sejenak suasana mencair hingga tak terasa sebagai orang asing. Komunikasi menjadi sarana pembentuk tali kasih anatar OSIS SMAN 9 BINSUS dan OSIS SMA LOKON.

Langkah kakipun tak henti berjalan menelusuri loby SMA LOKON. langkah kami terhenti sejenak di depan sebuah maket ukuran 1:100000. Tak banyak kata yang dapat kami katakan. sedetik kami tercengang melihat maket bangunan SMA LOKON yang sangat besar dan teratur rapih. Beberapa menit kami menyandarkan punggung di sofa sambil berbagi cerita mengenai SMAN 9 BINSUS dan SMA LOKON sambil menikmati ruangan yang full ac, dengan cahaya lampu yang terang. Ruangan lobi itu tak berdinding! karna  telah terpanjang oleh sekian banyak piagam, profil kepala sekolah, dan juga piala-piala yang pernah di raih.

Tak lepas dari pembicaraan, kami mulai merangkak menjelajahi satu per satu ruangan yang ada, mulai dari kelas, laboratorium  Fisiska, Biologi, Kimia serta bangun baru untuk lab kesenian dan lab astronomi, hingga melihat sarana dan prasarana yang ada di dalam asrama. Tak pernah kami jumpai siswa-siswi yang brandalan, semuanya ramah dan baik. Di penghujung perjalanan sebelum masuk ruangan mini teater untuk diskusi bersama, sebagai tujuan utama OSIS SMAN 9 BINSUS, kami di jamu di sebuah ruangan terbuka, yang di sebut Gasebo. Ruangan yang penuh dengan tumbuhan menjalar yang di rangkaikan di atas atap dan serasi dengan rerumputan yang hijau di setiap halaman sekolah. Kami hanya di izinkan untuk menikmati rerumputan hijau itu, tanpa melangkahkan kaki di atasnya. akhirnya kamipun sampai di tempat diskusi, dengan berjalan di gasebo-gasebo lainya.

Sekitar jam 10:20, Kepala Sekolah, Wakasek Hubmas, Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurikulum, Kepala Asrama, dan guru pendamping SMAN 9/Binsus menempati kursi di depan, sebagai narasumber. sedangkan OSIS SMAN 9 BINSUS dan OSIS SMA LOKON, duduk berhadapan dengan narasumber. Setelah semua persiapan di lakukan, diskusi di mulai sekitar pukul 10:30, di awali dengan doa yang di pimpin oleh seorang siswa / OSIS SMA LOKON. Diskusi hari itu, mengalir dengan lancar dengan pertanyaan sebagai berikut :

  1. apa kiat-kiat SMA Lokon dalam mempersiapkan siswa-siswanya untuk siap mengikuti Olympiade Sains Nasional?
  2. apa kendala dan hambatan OSIS dalam mewujudkan program-program yang telah disusun?
  3. ekstrakurikuler apa saja yang ada di sekolah ini?
  4. bagaimana caranya membagi waktu antara belajar dan ekstrakurikuler?
  5. bagaiaman kehidupan siswa di asrama?
  6. mengapa di sekolah ini budaya bersih sangat terjaga?
 dengan jawaban sebagai berikut :
1. Siswa-siswa yang mengikuti olimpiade harus mengikuti bimbel sesuai dengan mata pelajaranya.
2. Kendalanya, yaitu ketika ada siswa-siswi maupun guru yang lupa akan program yang telah di susun
3. Ekstrakurikuler yang ada adalah Basket, Debat, Drum Band, dll.
4. Tahu dimana saat yang tepat ketika menghadapi persoalan membagi waktu, dalam hal ini yaitu bijak dalam   membagi waktu
5. Siswa yang ad di asrama sangat patuh dan menghormati peraturan yang telah di buat sekolah
6. Untuk jawaban itu, kami kembalikan pada diri sendiri. Karena untuk mewujudkan sekolah yang bersih tidak hanya memerlukan peraturan.

Setelah diskusi selesai, di lanjutkan dengan sambutan dari Ketua OSIS SMAN 9 BINSUS, Wakasek Kurikulum dan Guru Pendamping SMAN 9 BINSUS. Kemudian penyerahan buku "Kurikulum Berbasis Kehidupan" kepada Guru dan Siswa dari SMAN 9 dan Binsus Manado.
Pukul 12:00, diskusi kami selesai. di lanjutkan dengan acara foto bersama di lobi sebelum bus kami datang menjemput.

Dari kejauhan, nampak bus kuning yang akan menjemput kami pulang. kami yang berpakaian putih abu-abu melambaikan tangan kepada mereka yang berpakaian pramuka, hingga bvayang di telan bumi.
Nampak wajah yang masam alias lemah, letih, lesu, karna kecapeaan di setiap siswa yang duduk tanpa kata. Kelaparanpun melanda perut kami, hingga akhirnya kami di beri makan ayam lalapan.
setelah makan kami terlelap dalam kelatihan sehari, hingga sampai di sekolah kami tercinta SMAN 9 BINSUS pada pukul 17:30 dengan cuaca yang tidak menyenangkan, hujan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku tunggu saran dan komentmu