Wienne. Lu’a dan Patricia. Mapaliey
EXPRESI PARTY : BERJALAN SESUAI RENCANA
Keamanan? “aman sih menurut kita! Soalnya nda ada yang ‘ribut’, savety skali ley
komang!” terang Keizia
Emor, satu dari peserta jurnalistik dari SMA 9 BINSUS Manado, yang sangat
antusias menanti finish dari kegiatan ini, sesudah re-gistrasi ulang yang di
laksanakan pada pukul 08:55 WITA, kemarin. Hal ini juga terang di katakan oleh
Ketua Panitia Xpresi Party, Manado Post. Berbagai persiapan telah di
laksanakan menjelang event importent
yang di gelar setiap Tahun sebagai ajang akbar pelajar sulut. Bagaimana tidak? Persiapan
matang yang sudah di gelar sejak 3 bulan yang lalu menjadi salah satu bukti
dari kegiatan yang savety dalam mengembangkan potensi dan eksistensi intelektualitas
para generasi pacific ini, yang di ikuti oleh kurang lebih 100 peserta seperti
yang di katakan oleh ketua Panitia, yang akrab disebut ‘Jino’.
Bukti lain dari keamanan kegiatan ini dapat di
tinjau dari kegiatan-kegiatan yang berjalan lancar tanpa hambatan. Hal ini
dapat dirasakan langsung oleh peserta “mading” khususnya peserta dari SMP
Stella Maris Tomohon yang hampir selesai dengan pembuatan mading trompetnya. “Ide ini muncul sendiri bukan dirembuk”, ujar salah satu peserta yang dengan
santai dan tanpa gerogi dalam pengerjaan mading tersebut. Berbeda dengan
peserta school ambasador dan band competition yang merasakan kelancaran
sekaligus nervous dalam mempertunjukan aksi panggung mereka untuk mengguncang
perhatian juri. Sangat di sayangkan, keamanan peserta speech competition tidak
dapat diliput dengan saksama, namun dapat di pastikan aman dan lancar. “Karna
OZ tidak mencapai batas minimum peserta” tandas pak ‘Jino’. Padahal antusias
peserta OZ dalam mengikuti lomba ini sangat tinggi. “apa boleh buat, jadi sporter jo noh vor taman-taman” tandas Jesicha Mogi mantan Sistel SULUT,
menutupi kekesalannya.
Kendala yang menjadi pertanyaan selama kegitan
berlangsung adalah mengapa kegiatan Xpressi party di percepat. Menurut pak Dino
Gobel, sebuah event tidak boleh mengganggu event internasional. Pengakuan pak
Gobel di lanjuti dengan penjelasan Generation of Pacific, yang menjadi tema
dalam kegiatan ini. “Pacifik identik dengan keterbukaan” ujar Direktur afiliasi
ini. Keterbukaan inilah yang menyebabkan pergeseran-pergeseran budaya yang
mulai menyimpang di daerah pacifik, tegasnya.
Alhasil dipenghujung acara, keadaan yang dahulunya
tenang menjadi keadaan yang genting dan menggemparkan. Pasalnya, tsunami akibat
guncangan dari Negeri sakura Jepang, di predeksi akan berimbas di beberapa daerah di Indonesia,
termasuk SULUT pada pukul 18:35 WITA.
Hal ini menjadi satu masalah bagi panitia dan peserta dalam melanjutkan
kegiatan Xpressi party ini. Tak heran banyak peserta back home, bahkan Ibu
Gledis ketua ikatan Sekertaris se-Indonesia bagian Sulut, sekaligus juri school
ambasador-pun terlihat panik bersama keluarganya di atas kijang biru menaiki
perbukitan pineleng. Kegiatan Xpressi party terhenti sejenak dan dilanjutkan
pada hari ini, Sabtu 12/3. Adapun
kesedihan dan kekesalan yang menggantung di setiap wajah peserta jurnalistik,
pasalnya banyak yang berpendapat bahwa lomba akan di cancel.
Sebagian peserta dari SMA 9 BINSUS Manado saja
sangat antusias walau di kejutkan dengan adanya isu tsunami itu. “ kita riki da
nginap pa tamang pe rumah for bekeng ni jurnal” ujar cewek Paskibraka yang
akrab di sebut Patty bersama teman-temannya.
Akhirnya, kekesalan yang di rasakan oleh peserta
Jurnalis terobati dengan kehadiran PETRA SIHOMBING, meskipun banyak peserta
yang undur di pertengahan perang jurnal akibat trauma dari isu Tsunami
tersebut.
“Karna dari
kecil udah maen musik” ujar
cowok kelahiran jakarta 20 Maret 1992 ini. Iapun antusias dengan pelaksanaan
Xpressi Party yang di laksanakan oleh Manado post. Pasalnya, Petra sangat
mendukung kegiatan ini. Menurutnya, harus sering diadakan event-event penting
seperti ini untuk go international bagi manado. Untuk melengkapi statementnya, ia akan
mengadakan perfomence di Mantos pukul 18.00 WITA nanti dan menyapa warga manado
sekaligus peserta. “Tingkatkan prestasi anda untuk SULUT” ujar cowok yang
ganteng ini, sebagai pesan bagi GENOPAC.
Perasaan Lega dapat di rasakan oleh seluruh
komponen pelaksanaan Xpressi party, yang terlihat sangat sibuk oleh kegiatannya
sendiri, termasuk peserta jurnalistik yang sangat terburu-buru akibat penundaan
kegiatan. “akhirnya selesai juga” ujar Patty dan
Wienne selesai pembuatan jurnal dangan keadaan cuaca yang kembali normal
seperti sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ku tunggu saran dan komentmu