Kamis, 02 Juni 2011

Tulisan manado post


Wienne. Lu’a dan Patricia. Mapaliey

EXPRESI PARTY : BERJALAN SESUAI RENCANA
Keamanan? “aman sih menurut kita! Soalnya nda ada yang ‘ribut’, savety skali ley komang!” terang Keizia Emor, satu dari peserta jurnalistik dari SMA 9 BINSUS Manado, yang sangat antusias menanti finish dari kegiatan ini, sesudah re-gistrasi ulang yang di laksanakan pada pukul 08:55 WITA, kemarin. Hal ini juga terang di katakan oleh Ketua Panitia Xpresi Party, Manado Post. Berbagai persiapan telah di laksanakan  menjelang event importent yang di gelar setiap Tahun sebagai ajang akbar pelajar sulut. Bagaimana tidak? Persiapan matang yang sudah di gelar sejak 3 bulan yang lalu menjadi salah satu bukti dari kegiatan yang savety dalam mengembangkan potensi dan eksistensi intelektualitas para generasi pacific ini, yang di ikuti oleh kurang lebih 100 peserta seperti yang di katakan oleh ketua Panitia, yang akrab disebut ‘Jino’.
Bukti lain dari keamanan kegiatan ini dapat di tinjau dari kegiatan-kegiatan yang berjalan lancar tanpa hambatan. Hal ini dapat dirasakan langsung oleh peserta “mading” khususnya peserta dari SMP Stella Maris Tomohon yang hampir selesai dengan pembuatan mading trompetnya. “Ide ini muncul sendiri bukan dirembuk”, ujar salah satu peserta yang dengan santai dan tanpa gerogi dalam pengerjaan mading tersebut. Berbeda dengan peserta school ambasador dan band competition yang merasakan kelancaran sekaligus nervous dalam mempertunjukan aksi panggung mereka untuk mengguncang perhatian juri. Sangat di sayangkan, keamanan peserta speech competition tidak dapat diliput dengan saksama, namun dapat di pastikan aman dan lancar. “Karna OZ tidak mencapai batas minimum peserta” tandas pak ‘Jino’. Padahal antusias peserta OZ dalam mengikuti lomba ini sangat tinggi. “apa boleh buat, jadi sporter jo noh vor taman-taman” tandas Jesicha Mogi mantan Sistel SULUT, menutupi kekesalannya.
Kendala yang menjadi pertanyaan selama kegitan berlangsung adalah mengapa kegiatan Xpressi party di percepat. Menurut pak Dino Gobel, sebuah event tidak boleh mengganggu event internasional. Pengakuan pak Gobel di lanjuti dengan penjelasan Generation of Pacific, yang menjadi tema dalam kegiatan ini. “Pacifik identik dengan keterbukaan” ujar Direktur afiliasi ini. Keterbukaan inilah yang menyebabkan pergeseran-pergeseran budaya yang mulai menyimpang di daerah pacifik, tegasnya.
Alhasil dipenghujung acara, keadaan yang dahulunya tenang menjadi keadaan yang genting dan menggemparkan. Pasalnya, tsunami akibat guncangan dari Negeri sakura Jepang, di predeksi akan  berimbas di beberapa daerah di Indonesia, termasuk SULUT pada pukul 18:35 WITA.  Hal ini menjadi satu masalah bagi panitia dan peserta dalam melanjutkan kegiatan Xpressi party ini. Tak heran banyak peserta back home, bahkan Ibu Gledis ketua ikatan Sekertaris se-Indonesia bagian Sulut, sekaligus juri school ambasador-pun terlihat panik bersama keluarganya di atas kijang biru menaiki perbukitan pineleng. Kegiatan Xpressi party terhenti sejenak dan dilanjutkan pada hari ini, Sabtu 12/3.  Adapun kesedihan dan kekesalan yang menggantung di setiap wajah peserta jurnalistik, pasalnya banyak yang berpendapat bahwa lomba akan di cancel.
Sebagian peserta dari SMA 9 BINSUS Manado saja sangat antusias walau di kejutkan dengan adanya isu tsunami itu. “ kita riki da nginap pa tamang pe rumah for bekeng ni jurnal” ujar cewek Paskibraka yang akrab di sebut Patty bersama teman-temannya.
Akhirnya, kekesalan yang di rasakan oleh peserta Jurnalis terobati dengan kehadiran PETRA SIHOMBING, meskipun banyak peserta yang undur di pertengahan perang jurnal akibat trauma dari isu Tsunami tersebut.
“Karna dari kecil udah maen musik” ujar cowok kelahiran jakarta 20 Maret 1992 ini. Iapun antusias dengan pelaksanaan Xpressi Party yang di laksanakan oleh Manado post. Pasalnya, Petra sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, harus sering diadakan event-event penting seperti ini untuk go international bagi manado.  Untuk melengkapi statementnya, ia akan mengadakan perfomence di Mantos pukul 18.00 WITA nanti dan menyapa warga manado sekaligus peserta. “Tingkatkan prestasi anda untuk SULUT” ujar cowok yang ganteng ini, sebagai pesan bagi GENOPAC.
Perasaan Lega dapat di rasakan oleh seluruh komponen pelaksanaan Xpressi party, yang terlihat sangat sibuk oleh kegiatannya sendiri, termasuk peserta jurnalistik yang sangat terburu-buru akibat penundaan kegiatan. “akhirnya selesai  juga” ujar Patty dan Wienne selesai pembuatan jurnal dangan keadaan cuaca yang kembali normal seperti sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku tunggu saran dan komentmu