Terlalu lama ku menunggu, hinggaku terlalu letih untuk bersabar..
Ku terlalu jenuh dengan jedah cintamu yang tiada berujung.
Semua waktu yang telah kau hadirkan untukku, perlahan mulai sirna bersama erosi perasaan..
Tapi ku bingung!
Ku masih disini, dengan sejuta pertanyaan!
Mengapa bayangmu tak kunjung hilang? Masih disini dalam tempo yang samar.
Mengapa harapan hampa terus membayangiku? Tapi tak dapat ku sentuh.
Mengapa muncul saatku mulai bosan?
Muncul saatku mulai menggenggam tangan yang tulus memberi makna tiap volume perasaan!...
Sabtu, 18 Juni 2011
Pahamilah alam.. (balasan puisi untuk geby)
Tak perlu kau cari sebuah kata!
Karena kata yang kau cari, telah terangkai indah bersama arsiran makna!
Tapi sadarkah kamu? Alam yang yang tak memberi cat indah bagimu, menangis!..
Karena selalu menjadi mazhab kehidupan manusia!
Panas mengeluh!
Hujan mengeluh!
Jika alam adalah anak kecil, dia menangis! Kia tak pernah mengerti kehendaknya!
Jika alam adalah teens seperti kita, dia marah! Kita terlalu memaksaknya!
Tapi beruntung, Alam bersifat dewasa..
Selalu mencoba mengerti kejenuhan manusia .. ‘
Pahamilah alam’ kata yang ingin ku sampaikan kepadamu, Agar alam mewarnai puisi hidupmu...
Karena kata yang kau cari, telah terangkai indah bersama arsiran makna!
Tapi sadarkah kamu? Alam yang yang tak memberi cat indah bagimu, menangis!..
Karena selalu menjadi mazhab kehidupan manusia!
Panas mengeluh!
Hujan mengeluh!
Jika alam adalah anak kecil, dia menangis! Kia tak pernah mengerti kehendaknya!
Jika alam adalah teens seperti kita, dia marah! Kita terlalu memaksaknya!
Tapi beruntung, Alam bersifat dewasa..
Selalu mencoba mengerti kejenuhan manusia .. ‘
Pahamilah alam’ kata yang ingin ku sampaikan kepadamu, Agar alam mewarnai puisi hidupmu...
Pertanyaan abstrak
Lagi-lagi ku
ayunkan penah hitamku di atas kertas putih. Lalu menodainya dengan macam huruf
Aku yang
terperangkap dalam 1 ruangan kecil, terduduk diam di bawah jendela yang terbuka
besar.
Seakan
memanggilku untuk terbang bersama seekor burung yang melintas.
Aku hanya
bisa memandang langit yang tak bewarna. Jauh di sana matahari bersembunyi. Hidangkan
kekakuan hidup.
Akhirnya aku
lelah juga letih mengingat sejarah hidup kelamku,
Diriku
terkapar dan jatuh. Ku coba untuk bangkit. Tapi sayang hanya setengah bengkit,
duduk berselunjur di bawah jendela.
Baru ku
sadari, Betapa sendirinya aku dalam pencarian jati diri ini.
Aku yang
tidak pernah berhenti bertanya, semua pertanyaan yang abstrak.
Pilahan
kertas bersama pensil menjadi saksi setiap pertanyaan abstrak, karna tak ada jawab di setiap penantian.
Tapi aku tak
berdaya. Kepalaku selalu merangkai kata tanpa henti.
Bodohnya
diriku manjakan jemari dengan sejuta alasan ‘tuk penuhi keinginanku.
Aku bingung
dan benci!
Emosi remaja
hampir menggrogoti tubuh yang lemah ini.
Namun
begitu, ku bersyukur kepada Tuhan untuk hari ini..
Jumat, 03 Juni 2011
SINTAX EROOORR!!...
(kayaknya, bagus juga tuh k'? ikut buang sampahnya yah?)
sebenarnya, yang satu ini, gak usah di baca. cz hanya buang-buang waktu aja! ini hanya refresing aja. udah terlalu banya memo di kepalaku..... :-)
aku ingin belajar tapi tak bisa selalu di suruh makan saat onlina aku benci minum susu siapa yang suruh taruh kabel datamu diatas meja sekarang hilang aduhhh sudah mau ujian semester aku belum belajar mana pelajaran banya yang ketinggalan uang ku habis belum beli batrey leptop aku cinta dia aku pengen ikut lomba ke malaysia aku pengen pulang ke kampus kamar berantakan baju belum di setrika buku belum di atur belum kasih tahu informasi ke mama dan papa ada rukun minggu depan aku yang jadi pengacara tapi tak bisa datang uang 7000 ku percuma hilang gitu aja masih ada hutang 100000 pengen tinggal di kos polce cepat datang bagaimana aku pulang besok tidak tahu jalan ke manado tiiiiitt tuuuuttt apa lagi yang ingin aku sampaikan belum hafal sejarah aiiiisshh TIK ku belum di isi belum baca buku filsafat baruku mama nanti datang minggu depan aku mau ujian takut ada anjing yang mengonggong wawww beso ada pelajaran tambahan loury marah lagi tadi aku benar benar lupa datang ke skolah beliin modem dong instal windows ku dong ayo bortobat dong pengen jalan jalan di jogaja pengen masuk perencanaan wilayah ........................................................................................................................................................
ciuuuhhh..
akhirnya, refresh juga otakku... :)
masih ada sih, caman udah sakit.. :).
sebenarnya, yang satu ini, gak usah di baca. cz hanya buang-buang waktu aja! ini hanya refresing aja. udah terlalu banya memo di kepalaku..... :-)
aku ingin belajar tapi tak bisa selalu di suruh makan saat onlina aku benci minum susu siapa yang suruh taruh kabel datamu diatas meja sekarang hilang aduhhh sudah mau ujian semester aku belum belajar mana pelajaran banya yang ketinggalan uang ku habis belum beli batrey leptop aku cinta dia aku pengen ikut lomba ke malaysia aku pengen pulang ke kampus kamar berantakan baju belum di setrika buku belum di atur belum kasih tahu informasi ke mama dan papa ada rukun minggu depan aku yang jadi pengacara tapi tak bisa datang uang 7000 ku percuma hilang gitu aja masih ada hutang 100000 pengen tinggal di kos polce cepat datang bagaimana aku pulang besok tidak tahu jalan ke manado tiiiiitt tuuuuttt apa lagi yang ingin aku sampaikan belum hafal sejarah aiiiisshh TIK ku belum di isi belum baca buku filsafat baruku mama nanti datang minggu depan aku mau ujian takut ada anjing yang mengonggong wawww beso ada pelajaran tambahan loury marah lagi tadi aku benar benar lupa datang ke skolah beliin modem dong instal windows ku dong ayo bortobat dong pengen jalan jalan di jogaja pengen masuk perencanaan wilayah ........................................................................................................................................................
ciuuuhhh..
akhirnya, refresh juga otakku... :)
masih ada sih, caman udah sakit.. :).
Kunjungan Osis SMAN 9 BINSUS MANADO, jumat 21 mei 2010
Udara di hari Jumat (21/5) sekitar
pukul 09.00 pagi memang terasa sejuk di Lokon. Kesejukan itu dapat tera
sa dalam bus kuning yang berisi 50 siswa dan 4 guru pendamping. Perjalanan yang di warnai dengan lantunan lagu lagu indah bersama petikan gitar tua menjadi lebih selaras dengan tawa setiap siswa. Berharap secepat mungkin sampai pada tujuan.
Bus pun berhenti berjalan, pertanda kami telah sampai. siswa dengan pakaian putih abu-abu satu persatu keluar menuju lobi SMA LOKON. tak lama kemudian terdengar corong memanggil OSIS SMA LOKON untuk menyapa kami, kemudian di susul oleh Wakesek Kesiswaan. Sejenak suasana mencair hingga tak terasa sebagai orang asing. Komunikasi menjadi sarana pembentuk tali kasih anatar OSIS SMAN 9 BINSUS dan OSIS SMA LOKON.
Langkah kakipun tak henti berjalan menelusuri loby SMA LOKON. langkah kami terhenti sejenak di depan sebuah maket ukuran 1:100000. Tak banyak kata yang dapat kami katakan. sedetik kami tercengang melihat maket bangunan SMA LOKON yang sangat besar dan teratur rapih. Beberapa menit kami menyandarkan punggung di sofa sambil berbagi cerita mengenai SMAN 9 BINSUS dan SMA LOKON sambil menikmati ruangan yang full ac, dengan cahaya lampu yang terang. Ruangan lobi itu tak berdinding! karna telah terpanjang oleh sekian banyak piagam, profil kepala sekolah, dan juga piala-piala yang pernah di raih.
Tak lepas dari pembicaraan, kami mulai merangkak menjelajahi satu per satu ruangan yang ada, mulai dari kelas, laboratorium Fisiska, Biologi, Kimia serta bangun baru untuk lab kesenian dan lab astronomi, hingga melihat sarana dan prasarana yang ada di dalam asrama. Tak pernah kami jumpai siswa-siswi yang brandalan, semuanya ramah dan baik. Di penghujung perjalanan sebelum masuk ruangan mini teater untuk diskusi bersama, sebagai tujuan utama OSIS SMAN 9 BINSUS, kami di jamu di sebuah ruangan terbuka, yang di sebut Gasebo. Ruangan yang penuh dengan tumbuhan menjalar yang di rangkaikan di atas atap dan serasi dengan rerumputan yang hijau di setiap halaman sekolah. Kami hanya di izinkan untuk menikmati rerumputan hijau itu, tanpa melangkahkan kaki di atasnya. akhirnya kamipun sampai di tempat diskusi, dengan berjalan di gasebo-gasebo lainya.
Sekitar jam 10:20, Kepala Sekolah, Wakasek Hubmas, Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurikulum, Kepala Asrama, dan guru pendamping SMAN 9/Binsus menempati kursi di depan, sebagai narasumber. sedangkan OSIS SMAN 9 BINSUS dan OSIS SMA LOKON, duduk berhadapan dengan narasumber. Setelah semua persiapan di lakukan, diskusi di mulai sekitar pukul 10:30, di awali dengan doa yang di pimpin oleh seorang siswa / OSIS SMA LOKON. Diskusi hari itu, mengalir dengan lancar dengan pertanyaan sebagai berikut :
1. Siswa-siswa yang mengikuti olimpiade harus mengikuti bimbel sesuai dengan mata pelajaranya.
2. Kendalanya, yaitu ketika ada siswa-siswi maupun guru yang lupa akan program yang telah di susun
3. Ekstrakurikuler yang ada adalah Basket, Debat, Drum Band, dll.
4. Tahu dimana saat yang tepat ketika menghadapi persoalan membagi waktu, dalam hal ini yaitu bijak dalam membagi waktu
5. Siswa yang ad di asrama sangat patuh dan menghormati peraturan yang telah di buat sekolah
6. Untuk jawaban itu, kami kembalikan pada diri sendiri. Karena untuk mewujudkan sekolah yang bersih tidak hanya memerlukan peraturan.
Setelah diskusi selesai, di lanjutkan dengan sambutan dari Ketua OSIS SMAN 9 BINSUS, Wakasek Kurikulum dan Guru Pendamping SMAN 9 BINSUS. Kemudian penyerahan buku "Kurikulum Berbasis Kehidupan" kepada Guru dan Siswa dari SMAN 9 dan Binsus Manado.
Pukul 12:00, diskusi kami selesai. di lanjutkan dengan acara foto bersama di lobi sebelum bus kami datang menjemput.
Dari kejauhan, nampak bus kuning yang akan menjemput kami pulang. kami yang berpakaian putih abu-abu melambaikan tangan kepada mereka yang berpakaian pramuka, hingga bvayang di telan bumi.
Nampak wajah yang masam alias lemah, letih, lesu, karna kecapeaan di setiap siswa yang duduk tanpa kata. Kelaparanpun melanda perut kami, hingga akhirnya kami di beri makan ayam lalapan.
setelah makan kami terlelap dalam kelatihan sehari, hingga sampai di sekolah kami tercinta SMAN 9 BINSUS pada pukul 17:30 dengan cuaca yang tidak menyenangkan, hujan.
sa dalam bus kuning yang berisi 50 siswa dan 4 guru pendamping. Perjalanan yang di warnai dengan lantunan lagu lagu indah bersama petikan gitar tua menjadi lebih selaras dengan tawa setiap siswa. Berharap secepat mungkin sampai pada tujuan.
Bus pun berhenti berjalan, pertanda kami telah sampai. siswa dengan pakaian putih abu-abu satu persatu keluar menuju lobi SMA LOKON. tak lama kemudian terdengar corong memanggil OSIS SMA LOKON untuk menyapa kami, kemudian di susul oleh Wakesek Kesiswaan. Sejenak suasana mencair hingga tak terasa sebagai orang asing. Komunikasi menjadi sarana pembentuk tali kasih anatar OSIS SMAN 9 BINSUS dan OSIS SMA LOKON.
Langkah kakipun tak henti berjalan menelusuri loby SMA LOKON. langkah kami terhenti sejenak di depan sebuah maket ukuran 1:100000. Tak banyak kata yang dapat kami katakan. sedetik kami tercengang melihat maket bangunan SMA LOKON yang sangat besar dan teratur rapih. Beberapa menit kami menyandarkan punggung di sofa sambil berbagi cerita mengenai SMAN 9 BINSUS dan SMA LOKON sambil menikmati ruangan yang full ac, dengan cahaya lampu yang terang. Ruangan lobi itu tak berdinding! karna telah terpanjang oleh sekian banyak piagam, profil kepala sekolah, dan juga piala-piala yang pernah di raih.
Tak lepas dari pembicaraan, kami mulai merangkak menjelajahi satu per satu ruangan yang ada, mulai dari kelas, laboratorium Fisiska, Biologi, Kimia serta bangun baru untuk lab kesenian dan lab astronomi, hingga melihat sarana dan prasarana yang ada di dalam asrama. Tak pernah kami jumpai siswa-siswi yang brandalan, semuanya ramah dan baik. Di penghujung perjalanan sebelum masuk ruangan mini teater untuk diskusi bersama, sebagai tujuan utama OSIS SMAN 9 BINSUS, kami di jamu di sebuah ruangan terbuka, yang di sebut Gasebo. Ruangan yang penuh dengan tumbuhan menjalar yang di rangkaikan di atas atap dan serasi dengan rerumputan yang hijau di setiap halaman sekolah. Kami hanya di izinkan untuk menikmati rerumputan hijau itu, tanpa melangkahkan kaki di atasnya. akhirnya kamipun sampai di tempat diskusi, dengan berjalan di gasebo-gasebo lainya.
Sekitar jam 10:20, Kepala Sekolah, Wakasek Hubmas, Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurikulum, Kepala Asrama, dan guru pendamping SMAN 9/Binsus menempati kursi di depan, sebagai narasumber. sedangkan OSIS SMAN 9 BINSUS dan OSIS SMA LOKON, duduk berhadapan dengan narasumber. Setelah semua persiapan di lakukan, diskusi di mulai sekitar pukul 10:30, di awali dengan doa yang di pimpin oleh seorang siswa / OSIS SMA LOKON. Diskusi hari itu, mengalir dengan lancar dengan pertanyaan sebagai berikut :
- apa kiat-kiat SMA Lokon dalam mempersiapkan siswa-siswanya untuk siap mengikuti Olympiade Sains Nasional?
- apa kendala dan hambatan OSIS dalam mewujudkan program-program yang telah disusun?
- ekstrakurikuler apa saja yang ada di sekolah ini?
- bagaimana caranya membagi waktu antara belajar dan ekstrakurikuler?
- bagaiaman kehidupan siswa di asrama?
- mengapa di sekolah ini budaya bersih sangat terjaga?
1. Siswa-siswa yang mengikuti olimpiade harus mengikuti bimbel sesuai dengan mata pelajaranya.
2. Kendalanya, yaitu ketika ada siswa-siswi maupun guru yang lupa akan program yang telah di susun
3. Ekstrakurikuler yang ada adalah Basket, Debat, Drum Band, dll.
4. Tahu dimana saat yang tepat ketika menghadapi persoalan membagi waktu, dalam hal ini yaitu bijak dalam membagi waktu
5. Siswa yang ad di asrama sangat patuh dan menghormati peraturan yang telah di buat sekolah
6. Untuk jawaban itu, kami kembalikan pada diri sendiri. Karena untuk mewujudkan sekolah yang bersih tidak hanya memerlukan peraturan.
Setelah diskusi selesai, di lanjutkan dengan sambutan dari Ketua OSIS SMAN 9 BINSUS, Wakasek Kurikulum dan Guru Pendamping SMAN 9 BINSUS. Kemudian penyerahan buku "Kurikulum Berbasis Kehidupan" kepada Guru dan Siswa dari SMAN 9 dan Binsus Manado.
Pukul 12:00, diskusi kami selesai. di lanjutkan dengan acara foto bersama di lobi sebelum bus kami datang menjemput.
Dari kejauhan, nampak bus kuning yang akan menjemput kami pulang. kami yang berpakaian putih abu-abu melambaikan tangan kepada mereka yang berpakaian pramuka, hingga bvayang di telan bumi.
Nampak wajah yang masam alias lemah, letih, lesu, karna kecapeaan di setiap siswa yang duduk tanpa kata. Kelaparanpun melanda perut kami, hingga akhirnya kami di beri makan ayam lalapan.
setelah makan kami terlelap dalam kelatihan sehari, hingga sampai di sekolah kami tercinta SMAN 9 BINSUS pada pukul 17:30 dengan cuaca yang tidak menyenangkan, hujan.
Kamis, 02 Juni 2011
My faforite place
Karatung Island is one of
outermost island in north sulawesi. It placed in talaud regency. Karatung is my
village and one of my favorite place. Unfortunately, many people didn’t know
that island. Actually, there are so many
interesting and awesome things. Such as traditional capturing
fish, traditional dance, and nature scenes. Karatung island has a harbor
and it’s 25 km2 the width. Dominated with coconuttrees. The peoplehas a small
forest area. The people are kindly. They are finishing planting coral event.
About the traditional dance such as “ware
dance” and “empat wayer” that applied for special event. “ware dance is a
special event for christmas, or to welcome impoertent guest/visitor. “empat
wayer” usualy applied in wedding party.
Think about Karatung traditional capturing
fish event, people called “mani’u” it celebrated once for two years. It happens
in jully. In this event, people hold the “janur” and make a circle around the
bay. It begins from tide till subside water (sea).
When the
water was subside, we can see many kinds of fish with all kinds of color.
Amazing..... you can take pictures. People were waiting for the order to catch
the fish, while the day so very hot. I think Karatung island almost same with Bali. But, it needs special notice from
goverment to devolp this island. I hope, one day my village will be FAMOUS
place.
Tulisan manado post
Wienne. Lu’a dan Patricia. Mapaliey
EXPRESI PARTY : BERJALAN SESUAI RENCANA
Keamanan? “aman sih menurut kita! Soalnya nda ada yang ‘ribut’, savety skali ley
komang!” terang Keizia
Emor, satu dari peserta jurnalistik dari SMA 9 BINSUS Manado, yang sangat
antusias menanti finish dari kegiatan ini, sesudah re-gistrasi ulang yang di
laksanakan pada pukul 08:55 WITA, kemarin. Hal ini juga terang di katakan oleh
Ketua Panitia Xpresi Party, Manado Post. Berbagai persiapan telah di
laksanakan menjelang event importent
yang di gelar setiap Tahun sebagai ajang akbar pelajar sulut. Bagaimana tidak? Persiapan
matang yang sudah di gelar sejak 3 bulan yang lalu menjadi salah satu bukti
dari kegiatan yang savety dalam mengembangkan potensi dan eksistensi intelektualitas
para generasi pacific ini, yang di ikuti oleh kurang lebih 100 peserta seperti
yang di katakan oleh ketua Panitia, yang akrab disebut ‘Jino’.
Bukti lain dari keamanan kegiatan ini dapat di
tinjau dari kegiatan-kegiatan yang berjalan lancar tanpa hambatan. Hal ini
dapat dirasakan langsung oleh peserta “mading” khususnya peserta dari SMP
Stella Maris Tomohon yang hampir selesai dengan pembuatan mading trompetnya. “Ide ini muncul sendiri bukan dirembuk”, ujar salah satu peserta yang dengan
santai dan tanpa gerogi dalam pengerjaan mading tersebut. Berbeda dengan
peserta school ambasador dan band competition yang merasakan kelancaran
sekaligus nervous dalam mempertunjukan aksi panggung mereka untuk mengguncang
perhatian juri. Sangat di sayangkan, keamanan peserta speech competition tidak
dapat diliput dengan saksama, namun dapat di pastikan aman dan lancar. “Karna
OZ tidak mencapai batas minimum peserta” tandas pak ‘Jino’. Padahal antusias
peserta OZ dalam mengikuti lomba ini sangat tinggi. “apa boleh buat, jadi sporter jo noh vor taman-taman” tandas Jesicha Mogi mantan Sistel SULUT,
menutupi kekesalannya.
Kendala yang menjadi pertanyaan selama kegitan
berlangsung adalah mengapa kegiatan Xpressi party di percepat. Menurut pak Dino
Gobel, sebuah event tidak boleh mengganggu event internasional. Pengakuan pak
Gobel di lanjuti dengan penjelasan Generation of Pacific, yang menjadi tema
dalam kegiatan ini. “Pacifik identik dengan keterbukaan” ujar Direktur afiliasi
ini. Keterbukaan inilah yang menyebabkan pergeseran-pergeseran budaya yang
mulai menyimpang di daerah pacifik, tegasnya.
Alhasil dipenghujung acara, keadaan yang dahulunya
tenang menjadi keadaan yang genting dan menggemparkan. Pasalnya, tsunami akibat
guncangan dari Negeri sakura Jepang, di predeksi akan berimbas di beberapa daerah di Indonesia,
termasuk SULUT pada pukul 18:35 WITA.
Hal ini menjadi satu masalah bagi panitia dan peserta dalam melanjutkan
kegiatan Xpressi party ini. Tak heran banyak peserta back home, bahkan Ibu
Gledis ketua ikatan Sekertaris se-Indonesia bagian Sulut, sekaligus juri school
ambasador-pun terlihat panik bersama keluarganya di atas kijang biru menaiki
perbukitan pineleng. Kegiatan Xpressi party terhenti sejenak dan dilanjutkan
pada hari ini, Sabtu 12/3. Adapun
kesedihan dan kekesalan yang menggantung di setiap wajah peserta jurnalistik,
pasalnya banyak yang berpendapat bahwa lomba akan di cancel.
Sebagian peserta dari SMA 9 BINSUS Manado saja
sangat antusias walau di kejutkan dengan adanya isu tsunami itu. “ kita riki da
nginap pa tamang pe rumah for bekeng ni jurnal” ujar cewek Paskibraka yang
akrab di sebut Patty bersama teman-temannya.
Akhirnya, kekesalan yang di rasakan oleh peserta
Jurnalis terobati dengan kehadiran PETRA SIHOMBING, meskipun banyak peserta
yang undur di pertengahan perang jurnal akibat trauma dari isu Tsunami
tersebut.
“Karna dari
kecil udah maen musik” ujar
cowok kelahiran jakarta 20 Maret 1992 ini. Iapun antusias dengan pelaksanaan
Xpressi Party yang di laksanakan oleh Manado post. Pasalnya, Petra sangat
mendukung kegiatan ini. Menurutnya, harus sering diadakan event-event penting
seperti ini untuk go international bagi manado. Untuk melengkapi statementnya, ia akan
mengadakan perfomence di Mantos pukul 18.00 WITA nanti dan menyapa warga manado
sekaligus peserta. “Tingkatkan prestasi anda untuk SULUT” ujar cowok yang
ganteng ini, sebagai pesan bagi GENOPAC.
Perasaan Lega dapat di rasakan oleh seluruh
komponen pelaksanaan Xpressi party, yang terlihat sangat sibuk oleh kegiatannya
sendiri, termasuk peserta jurnalistik yang sangat terburu-buru akibat penundaan
kegiatan. “akhirnya selesai juga” ujar Patty dan
Wienne selesai pembuatan jurnal dangan keadaan cuaca yang kembali normal
seperti sebelumnya.
Pembohong
Tak ingin menghapus semua kenangan indah saat bersama,
karna banyak harap yang belum terwujud.
canda dan tawa menjadi bumbu dalam batasan waktu.
rajutan cerita indah membentuk drama semu,
terarsir penuh emosi.
Pembohonglah diriku !...
jika perasaan itu tak kunjung muncul
karena debaran itu menjadi isyarat dalam kejenuhan cintaku.
tapi takdir menyuruhku 'tuk bergegas membuang semua kenangan manis'
dan melimpahkan ketidakberdayaan pada diriku.
Beruntung jiwa dan raga menyuruhku 'tuk menyimpan semuanya'
Menjadi pembohong ternyata lebih sakit
ketika waktu menampar hidupku!
Melihat sekujur tubuhnya kaku, dingin, dan beku
tak ada drama, tak ada emosi.
Peti hitam menjadi temanya kelak!
seketika aku ingin berteriak ..'aaaaAAAAaa'
Tapi tak bisa!
Ku paksa lagi ...'aaaaAAAaaa'
Tetap tak bisa!
S'kali lagi pembohong menjadi status hidupku.
Ku harus berpura-pura menjalani semua yang tak ku kehendaki.
sedang gelisah, ku bawa sebagai teman dalam mimpi
berharap dia datang menyapaku
dalam keheningan malam
karna banyak harap yang belum terwujud.
canda dan tawa menjadi bumbu dalam batasan waktu.
rajutan cerita indah membentuk drama semu,
terarsir penuh emosi.
Pembohonglah diriku !...
jika perasaan itu tak kunjung muncul
karena debaran itu menjadi isyarat dalam kejenuhan cintaku.
tapi takdir menyuruhku 'tuk bergegas membuang semua kenangan manis'
dan melimpahkan ketidakberdayaan pada diriku.
Beruntung jiwa dan raga menyuruhku 'tuk menyimpan semuanya'
Menjadi pembohong ternyata lebih sakit
ketika waktu menampar hidupku!
Melihat sekujur tubuhnya kaku, dingin, dan beku
tak ada drama, tak ada emosi.
Peti hitam menjadi temanya kelak!
seketika aku ingin berteriak ..'aaaaAAAAaa'
Tapi tak bisa!
Ku paksa lagi ...'aaaaAAAaaa'
Tetap tak bisa!
S'kali lagi pembohong menjadi status hidupku.
Ku harus berpura-pura menjalani semua yang tak ku kehendaki.
sedang gelisah, ku bawa sebagai teman dalam mimpi
berharap dia datang menyapaku
dalam keheningan malam
Kimia dan aqua
![]() | |
| (bukan promosi) |
membuat jiwa terbuai dalam sebuah lamunan.
Seteguk air es dan segayung air dingin,
memberi kesegaran yang luar biasa di teriknya siang itu.
Pikirku pun pernah ke sana,
tapi apa mau di kata,
keluar kelas sama saja mengantar nyawa.
Setidaknya, biarkan saja raga yang mati
dari pada pikiran melayang begitu saja.
Tapi,...
ahhh!!!..
Biarlah ku tunggu sampai bel berteriak,
dari pada ku harus menghadapi macan yang siap menerkam.
yang terpenting, lamunanku hancur bersama aqua botol milik teman sebangku....
Langganan:
Komentar (Atom)

