Sabtu, 18 Juni 2011

Pertanyaan abstrak

Lagi-lagi ku ayunkan penah hitamku di atas kertas putih. Lalu menodainya dengan macam huruf
Aku yang terperangkap dalam 1 ruangan kecil, terduduk diam di bawah jendela yang terbuka besar.
Seakan memanggilku untuk terbang bersama seekor burung yang melintas.
Aku hanya bisa memandang langit yang tak bewarna. Jauh di sana matahari bersembunyi. Hidangkan kekakuan hidup.
Akhirnya aku lelah juga letih mengingat sejarah hidup kelamku,
Diriku terkapar dan jatuh. Ku coba untuk bangkit. Tapi sayang hanya setengah bengkit, duduk berselunjur di bawah jendela.
Baru ku sadari, Betapa sendirinya aku dalam pencarian jati diri ini.
Aku yang tidak pernah berhenti bertanya, semua pertanyaan yang abstrak.
Pilahan kertas bersama pensil menjadi saksi setiap pertanyaan abstrak,  karna tak ada jawab di setiap penantian.
Tapi aku tak berdaya. Kepalaku selalu merangkai kata tanpa henti.
Bodohnya diriku manjakan jemari dengan sejuta alasan ‘tuk penuhi keinginanku.
Aku bingung dan benci!
Emosi remaja hampir menggrogoti tubuh yang lemah ini.
Namun begitu, ku bersyukur kepada Tuhan untuk hari ini..

1 komentar:

ku tunggu saran dan komentmu