Selasa, 16 Oktober 2012

-Apa-




Resmi tinggal di kota orang,
Hahaa itu terdengar lucu. Bagi orang dengar latar belakang sebagai orang kampung dan keluar meneruskan ilmu di tempat yang tidak kamu ketahui. Itu terlalu sulit.
Dengan doa dari keluarga, bukankah itu suatu keberuntungan dari mereka yang tidak merasakan bagaimana rindunya diri ini terhadap orang yang yang kita sayangi.
Orang yang terdekat dengan kamu bahkan bisa menjadi keluarga ke-Dua.
Tapi terkadang dalam dunia perantaumu, akan ada satu saat dimana kamu merasa sendiri. Tak ada keluarga, tak ada teman, tak ada telvon, bahkan mereka yang kita sebut sebagai keluarga ke-Dua tak punya alasan untuk datang menemani kita.
Rasanya sakit. Sangat sakit. Bahkan sakit sekali.
Saat dimana kamu  melihat banyak orang, mendengar banyak suara, ada yang berkelompok dan ada yang menyendiri. Entah ia juga sedang menikmati kesendiriaanya atau tidak. Tapi yang pasti, semuanya terasa semu dan palsu.
Aku mendengar, tapi aku seolah ingin menutup telinga.
Seolah aku ingin berteriak dan berkata “Bisakah kalian merasakan menderitanya hidup dalam dunia yang sempit dan tak bersuara?” atau “Bisakah kalian menarik aku dalam kekakuan hidup yang sendiri ini?”.
Hati ini semakin sakit, saat mendengar banyak suara tapi aku tak mengerti apa yang sedang ku dengar.
Mereka memakai bahasa yang sama dengan yang ku gunakan, tapi entah mengapa aku tak mengerti dengan jelas apa yang sedang mereka katakan. Bukankah itu berarti aku sedang berada dalam dunia yang tidak aku ketahui? Dunia yang menyeret aku sampai di batas dimana aku tak bisa mengeluarkan emosiku?
Dunia yang mengharuskan aku untuk berteriak. Tapi untuk berteriak saja tak cukup. Rasanya mati jika harus hidup dalam dunia yang seperti ini. Bahkan jika aku berteriak, bukankah mereka akan berkata gila? Bagaimana mungkin aku harus berteriak di tampat orang berkumpul.
Rasanya menangispun adalah alasan yang basi untuk di katakan.
Bahkan tertawa adalah alasan yang tak logis untuk menyembunyikan perasaan seperti apa ini?!.

Selasa, 09 Oktober 2012

-Hidup-



Hidup itu seperti koin.
Bulat, pipih, dengan 2 sisi yang berbeda dan bertolak belakang.  Tapi satu.

Dimanakah bagian dirimu?
Dalam kehidupan, ada 2 sifat. Sifat itu berputar mengelabui pikiran kita tentang hidup. Terkadang baik adalah jahat, dan jahat adalah baik.

Perjalanan dan perpindahan kehidupan selalu melompat dari titik satu ke titik lain. Atau mungkin kembali lagi ke titik sebelumnya. Atau lebih memilih diam di satu titik tertentu.
Entah itu titik jenuh atau titik keberhasilan. I don’t know exactly. Tapi jika kau mengatakan kau diam dalam titk keberhasilan, (Hahaa. Kamu adalah satu dari sekian orang yang bodoh dan sombong. Titik keberhasilan itu relative. Masih banyak orang yang lebih dan bisa melakukan apa yang tak bisa kamu lakukan).
Atau, titik dimana kamu merasa kelemahan menutupi keberhasilan bahkan sifat dan jati diri kamu.

Aku sendiripun tak mengerti sampai dimana pemahaman tentang konsep hidupku. Aku hanya ingin menulis apa yang ku lihat. Yang kurasa. Yang terjadi. Yang menjelaskan bagaimana aku hidup dalam kehidupan. Bagaimana kehidupan ada dalam hidupku.
Tapi, hidup tak bisa di jelaskan dengan akal sehat. Itu gila!.
Hidup hanya bisa di pahami dan diimani dengan kepercayaan kita kepada Bapa yang di Sorga.

Hidup itu Abstrak.
Dapatkah kamu menggambarkan hidupmu dalam sebuah kertas putih dan tintah hitam di atasnya? Absolutely not!. Dunia akan terbahak jika aku, kamu menulis dan menggambarkan kehidupan kita dalam satu narative dan puisi kuno dalam lembaran kertas.

Jika Koin diilemparkan, kemudian jatuh, dan menggelinding, Bisakah kita menentukan bagian mana yang tertutup dan bagian mana yang terbuka?.
Begitu juga hidup.
Saat kita berjalan diatas karpet kehidupan kita, takkan ada yang bisa memandang kita pada 2 sisi yang berbeda.
Jika kita berjalan, maka seorang yang berjalan di sebelah kiri kita tak bisa melihat sebelah kanan kita. Dan orang yang berada disebelah kanan kita, hanya bisa melihat sebelah kanan kita.
Kalau begitu, haruskah aku berada di belakang? (Haha. Pertanyaan bodoh).
Kalau begitu, bisakah kamu melihatku, jika kamu berada di belakang saya?
Saya juga tak mengetahui, bagaimana melihat seseorang dengan sudut pandang yang baik. Agar
Ke dua sisi itu dapat di raih. Karena persepsi ini adalah hal mutlak untuk di pahami sebagai pribadi dan pejalan kehidupan.

From me, to you, a life hunter

Senin, 01 Oktober 2012

Untukmu, saudaraku (KHB)



     Bermain bersama.  Berkunjung, menjenguk sesama kami penyandang status perantau.  Serasa dunia hanya milik kita.  Berlari menembus waktu, berjalan dengan indahnya dunia persahabatan dan keluarga yang baru.  
 Mengenal dan di kenal.Keluarga tanpa ikatan darah.Merasa memiliki dan dimiliki.  Berjalan bersama dalam satu garis lurus tanpa ego dan ambisi.  Terbang bersama kupu-kupu mencapai cita dan impian yang diatas sana.  
 Terikat dalam satu janji untuk saling menjaga dan merawat. Berdoa dalam tempo yang berbeda tapi satu arti.  Menangis dan tertawa melupakan keluarga yang jauh disana. Menjauh dari titik kerinduan yang selalu menjajah tiap jiwa kami.
Perkubuan mengalahkan ego dan ambisi setiap kami. Tapi tak akan bisa mengalahk KASIH dan SAYANG yang melekat dalam hati kecil kami. Benang merah persaudaraan takkan putus dalam perkubuan.
Aku, kamu, dia, dan kita, mengasihi dan mencintai kalian, keluarga baruku, Kawanua Harapan Bangsa, ITHB.


Untuk (Dia) seseorang sebelum (dia)



Membuka halaman baru memang terasa indah.
Putih, bersih, tanpa tintah dan hitam.
Maukupun tak ingin mengetori kertas cantik ini.
Ada ragu ketika hati ingin melangkah maju. Bayang kertas cinta itu masih ada dan berbekas hitam pekat.
Takut jika lembaran baru ini hanya sebuah harapan.
Tintah yang seharusnya hitam pena menjadi kelabu pensil. Cerita itu bisa di hapus dan hilang.
Tak di pungkuri ada harapan yang ku gantungkan dalam hatiku dan dia.

Minggu, 12 Agustus 2012

(Haruskah aku menyebutmu?)

Apa kamu masih marah?
Ah aku paham!
Baiklah.
Aku akan lari bersembunyi jika melihatmu.
Akan ku cari tempat paling gelap sekalipun,
Supaya kamu, oh bukan!
Semua orang tak melihat, betapa sakitnya hati ini dan air mata ini, melihatmu dingin seperti itu. Berakting sepertinya, kamu tak mengenalku!
Tapi, itu lebih baik jika kamu melupakanku!
Jika aku bersembunyi, apa bisa menghilangkan amarahmu? benarkah?
Kalau begitu, seberapa jauh aku harus lari kemudian bersembunyi?
maksudku, aku akan bersembunyi sejauh kau tak bisa melihatmu berdiri, bisakah?
Tapi tolong, beri aku satu isyarat agar aku tahu kamu tak lagi berada dalam amarah besarmu terhadapku!
Agar sekalipun aku menangis, setidaknya ada sedikit senyum membantuku bersyukur jauh darimu.

.............................
Menangis di tempat ini, sangat menyakitkan.
Aku merindukanmu ..... (Haruskah aku menyebut namamu?)

Minggu, 17 Juni 2012

(FanFic Ryeowook's B'Day) Special Gift For Ryeowook


Main Casts: Kim Ryeowook*
Other Casts:
- Super Junior
- ELF
- In Jung (teman kecil Ryeowook)
Genre: Romance
Lengh: 11 halaman F4
annyonggg! *Ryeowook style*
hope you enjoying cinggudeul! skalian, kritik saran yah... ;)
Terus mencintai Oppa Oppa yah! *kedip mata

Here you are...........

''Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)...
''
Sambil teangkat dari panggung, Ryeowook menghabiskan part terakhir dari lagu Marry U, Super Junior
"Nawa gyuhrhonhaejullae? I do"
Tiba-tiba lampu panggung mati. Bintang yang bersinar itu menghilang di tengah panggung. Tak lama setelah panggung menjadi gelap, terdengar hits yang di nantikan oleh ELF. Sambil berteriak, ELF mengangkat kepala melihat oppa-oppa yang melayang dia atas kepala mereka menuju panngung utama.Tempat dimana mereka terlihat sangat mengagumkan, seperti SUPERMAN.

  "Because i nagghty , Hey! I'm Mr simple
Because i naughty, naughty,
daradadadadaa..
daradadadadaa..
Suju Kanda!" 

"Su-Peo-Ju-Ni-Eo! Mi-Seu-Teo-Sim-Peul!Su-Peo-Ju-Ni-Eo!Mi-Seu-Teo-Sim-Peul!
 Suju Ganda!" 
Seperti lautan yang dalam dan menakutkan, fanchant juga Saphire Blue Ocean membunuh semua perasaan yang ada kecuali cinta. Cinta kepada oppa takkan habis.

“Blow Your Mind kara Mr. Simple
Blow Your Mind ttaega wattjanha Duryeowo malgo
Blow Your Mind kaja Mr. Simple
Blow Your Mind kara Mr. Simple”
 "Kyaaaa..."
 "Oppa!.."
 "Saranghae!" 
Akhirnya, penantian telah berakhir. mengakhiri SuShow tour, Super Junior berjalan, berlari, berpelukan, kejar-kejaran, berpegangan tangan, main air sambil menuju panggung utama. Menunggu memberlain, Leader Leetuk mengucapkan terimakasih sambil menangis.Tak lama setalah ia mengucapkan terimakasih, kira-kira 10 menit. Eetuk menegok ke kiri dan kekanan. Merasa semua telah berdiri berjejer bersamanya di panggung utama, dia mulai menghitung dan kemudian serentak mengucapkan terimakasih.
  "Jongmal gumawo!".  
  Selain Ryewook, semua member lain telah berdiri dan melambaikan tangan kepada para fans. Ryewook masih membungkuk dan mengucapkan terimakasih berulang-ulang dengan suara yang keras dan sambil menangis menahan haru atas project "HAPPY B'DAY RYEOWOOK  OPPA" yg dibuat ole ELF khususnya ELF Indonesia, yang kemudian menjadi Trending Topik pada detik itu juga di twitter menjelang menit pertama peringatan hari lahirnya.
  "Hyung-ah! Gwaenchanayo?!". Khuhyun mendekat dan memeluk Ryeowook disertai memeber lain selain Yesung.
   Seperti telah di rencanakan, ELF serempak berkata "Jangan mengis Oppa!"
   Segera Leetuk mengambil microphone, dan seperti biasa, mulai berinteraksi dengan ELF.
   "Uri-neun  super junior!". "Oeyo!" 
   "ELF-deul, kalian senang?". "Ne!"
   "Apa kalian mencintai Ryeowook Oppa?". "Ne!"
   "Kalau begitu, Katakan Ryeowook oppa! jangan menangis lagi! Saranghae Oppa!". 
  "Ryeowook oppa! jangan menangis lagi! Saranghae Oppa!" serempak, ELF berteriak sebagaimana kuat  mereka mencintai Ryeowook.
   Karena terharu, Ryeowook kemudian mengangkat wajah untuk mengucapkan terimakasih. Tapi belum sempat Ryeowook berkata, Ryeowook tertawa dan menangis. Benar-benar merupakan 26 birthday project yang tak akan ia lupakan.
   "Oppa!" teriak ELF. 
   "ELF-deul! Saranghaeyo! gumawo!" Ryeowook menangis lagi karena terharu atas project ELFRyeosomnia dengan menuliskan "SAENG ILL CHUGHA OPPA" menggunakan Lighstick.  Kemudian mendapati para member lain menggunakan kaos dengan gambar dirinya sedang memakai celemek yang memasak dalam bentuk chibi dan bertuliskan "SAENG ILL CHUGHA, URI RYEOWOOK". Entah sejak kapan, Leetuk dan lainya berganti pakaian seperti itu. Yang Ryeowook tahu, itu sangat mengesankan setelah beberapa hari ini, para hyung dan dongsaeng Khuyun mencoba membuatnya marah.
   Masih dengan mata yang bengkak, Ryeowook memeluk member Super Junior sambil bertanya, siapa yang menyediakan semua kejutan ini.

   "Hyung-ah! Siapa yang melakukan ini semua? aku harus berterimakasih kepadanya!"
   "Mian wooki-ah! hyung benar-benar tidak tahu" jawab Yesung, acuh tak acuh seperti tak peduli.
 Saat Ryeowook tenggelam dengan keterharuannya, saat Yesung seakan tak peduli dengan dirinya, saat ELF dan member lain menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuk Ryeowook, diwaktu yang bersamaan pula terdengar satu suara yang merdu, mampu menjangkau seluruh area konser. Bahkan mampu menembus dirinya. Sepertinya bukan perasaan senang, tapi sakit yang ia rasakan. Suara itu begitu lembut .....
" Saeng-ill Chugha Hamnida...."
   Sejenak semuanya terdiam. Ruangan seperti terhipnotis dengannya. Siapa itu?. tak ada yang tahu. Hanya sebuah suara yang datang entah dari mana suara itu berasal. Suara itu menggema dan mengalun pelan di gendang telinganya. Terdengar sangat tidak asing dalam kehidupan Ryeowook. Suara yang di rindukannya setiap saat. Suara yang membuatnya merasa nyaman, tapi kadang membuatnya merasa bersalah sepanjang ia merindukan suara itu. Entah berapa menit Ryeowook terdiam dan berharap. Sesegera mungkin Ryeowook menoleh kanan dan kiri. Depan dan Belakang Panggung. Secepatnya ingin menemukan siapa pemilik suara yang bernyanyi itu.   Tapi, tidak bisa. Matanya terhalang oleh redupnya lampu dan air mata yang tergantung di bawah matanya.
   Suara itu mendekat. Semakin keras. Semakin membuatnya merindukan seseorang yang ia kenal entah siapa. Yang telah lama menghilang dari kehidupanya. Bahkan bayang wajahnya, hampir tak ada sama sekali. Yang tersisa hanya perasaan yang dulu ia rasakan. Dan sekarang muncul, juga meledak begitu mendengarnya. Mungkinkah dia?!. Tapi siapa?!.
" Saeng-ill Chugha Hamnida...."
   Suara itu semakin menyakiti perasaan Ryeowook. Bisa terbayang bagaiman rindunya ia kepada pemilik suara yang sedang beryanyi dan bagaimana gilanya ia mencoba berpikir dan ingin mendapati, siapa pemilik suara itu. Rasanya ingin menangis. Tapi, sakit yang menahan air matanya keluar dan hanya menggantung seperti monyet di selah matanya.
    "Tolong, nyalakan lampunya! Aku mohon! Sekarang!". Teriak Ryeowook tak sabar, bercampur emosi.
  Atas permintaan Ryeowook, lampu sorot yang biasa di gunakan saat mereka tampil, akhirnya di sorot tepat di ujung stage yang tersambung dengan tempat duduk VVIP bagi ELF. Tepat di tempat dimana suara dan lagu itu berasal.
  Suasana semakin mendukung Ryeowook untuk terhentak kebelakang. Rasanya sakit sekali. Sakit sekali sampai harus terjatuh. Sakit sekali sampai harus bungkam dan diam. Sangat sakit. Hanya hati dan air mata yang bisa merasakan bagaimana rasa sakit itu.
"Saranghaeyo Ryeowook oppa,  
 Saeng-ill Chugha Hamnida...."
   Suara yang mampu membuat Ryeowook terjatuh. Membuat Ryeowook mati kaku tak berdaya. Suara itu datang menemui Ryeowook. Suara itu  berjalan pelan menuju stage dan berhenti di tempat Ryeowook membisu.
   "Saeng-ill Chugha, oppa!"
   “Haruskah saya bernyanyi lagi, oppa?!”
   Ryeowook hanya terdiam, masih terhanyut dari ketidakpercayaannya melihat siapa pemilik suara itu. Tak kuasa menahan air mata, Ryeowook mulai mengelus pipi gadis yang ia kenali itu. Berharap, dia tidak sedang bermimpi. Jikapun bermimpi, ia tidak ingin bangun selamanya.
  "Oppa!"
  "Jung-ah!" peluk Ryeowook.
   "Oppa, gweanchana?" 
   Tanpa bersuara Ryeowook mengeratkan pelukannya.
   Terdiam beberapa saat.
   "Tolong, diam sebentar! pinjamkan aku tubumu untuk bersandar! aku lelah dengan ini!". Semakin lama, semakin kuat perasaan itu. Semakin sakit rasanya. Semakin banyak kenangan yang terbayang.
   "Wae? kenapa kembali?"
   "Oppa!"
   "sst! tolong jangan bicara! aku semakin sakit dan lemah jika mendengar suaramu!"
   "Oppa, mianhae". Bisik In Jung di telinga kanan Ryeowook sambil membalas pelukan Ryeowook yang sedari tadi memeluknya.
   "Sungguh, aku ingin manangis jung-ah!" kata Ryeowook dalam hati.
   "Oppa Gwenchana! menangislah jika ingin menangis!" seperti telah mengetahui perasaan Ryeowook, In Jung berkata sambil menepuk bahu Ryeowook 3 kali. Seperti yang selalu dilakukan Ryeowook waktu In jung ingin menangis dulu. Teringat, saat  Ryeowook membelikan es krim dengan krim caramel diatasnya. Setelah jam pelajaran usai. Dalam perjalanan pulang, In Jung tak sengaja jatuh sampai es krimnya tak bisa lagi menjadi santapan anak SD seperti In Jung. “Jung-ah, Gwenchana! menangislah jika ingin menangis!” kemudian berkata oppa akan selalu membantumu, ini untuk In Jung-ah. Mengangkat In Jung sambil memberikan Es Krim miliknya dan menepuk bahu In Jung sabanyak 3 kali. Seterusnya seperti itu, sampai In Jung mendengar  Ryeowook direkrut oleh SME untuk menjadi Traineer. In Jung kemudian lari meninggalkan Ryeowook begitu saja di taman kota. Padahal, hari itu adalah hari yang ingin Ryeowook habiskan bersama, sebelum ia akan di sibukkan menjadi Treineer yang baru untuk menjadi Super Star seperti sekarang.

   "Mianhae! jongmal mianhae In Jung-ah! Na, Bogoshipo! Nomu bogoshipo! jongmal bogoshipo!" ucapnya cepat sambil menangis. Lebih lama Ryewook mengungkapkan perasaan rindunya, lebih erat juga pelukannya, dan semakin kecil intonasi suaranya.
  "Mianhae oppa!"
  "Aniyo!"
  "Ani oppa! Oppa terlihat begitu menderita sampai harus menangis. Oppa pasti mendapat banyak masalah. Oppa jongmal mianhamnida!"
  "Kure? Kamu adalah orang yang seharusnya sadar, bahwa kamu yang membuatku menderita dan menangis seperti ini!."
  "Oppa, ottoke?!" tanya In Jung mulai panik.
  "Otteke? Kamu masih menanyak harus bagaimana? bukankah kamu melihat sendiri bagaimana aku menangis? tidakkah seharusnya aku yang berkata, harus bagaimana?! Ha?!"
Bentak Ryeowook.

  "Oppa! Congmal Mianhaeyo! oppa Aniyo! Oppa..."
Sambung In Jung kaget dan mulai menagis mendengar teriakan Ryeowook. Teriakan itu sangat menusuk hatinya, sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ryeowook. Tapi Ryeowook masih dengan egonya memeluk In Jung.
  "Oppa! jangan buat aku terlihat seperti orang gila! Oppa membentakku, tapi Oppa memelukku! Oppa, tolong lepaskan aku!"
  "Ya! Jung-ah! kamu memang benar-benar sudah gila! kamu memang benar-benar ingin lepas dari pelukanku?!"
  "Iya". Jawab In Jung cepat.
  "Kurom, tetaplah seperti ini! berlagaklah seperti kita tak saling mengenal!"
  "Oppa!.."
panggil In Jung pelan sambil kecegukkan.
  Menyadari hal itu, Ryewook melepaskan pelukannya serta membiarkan In Jung berdiri tepat didepannya.
 "Mianhae In Jung! tadi aku terbawa emosi!". Tapi In Jung masih tak kuasa menahan air matanya. Sampai-sampai ia takut mengangkat wajahnya, melihat Ryeowook yang berada tepat di depanya.
  Tangan Ryeowook bergerak, namun di hentikan oleh In Jung, ketika In Jung menyadari bahwa Ryeowook akan menghapus air mata yang sedari tadi keluar tanpa sengaja.

  "Oppa!"
  "Oppa! Na, Saranghae Oppa!"
Teriak In Jung sekuat tenaga, sampai harus menggenggam erat tangan Ryeowook, tertunduk dan terus menangis sambil mengulangi kata yag ingin dia katakan dulu sebelum ia berlari meninggalkan Ryeowook sendirian di tengah kota, malam dimana mereka berdua seharusnya menjadi sepasang ke kasih. Namun, sayang In Jung masih tak percaya jika mereka harus menjalani long direct Relation. Akhirnya In Jung berlari tanpa arah. Yang ia tahu, air mata dan sakitnya hati membawa ia berlari entah kemana. Tak peduli apa yang akan terjadi, dimana ia berada, yang ingin ia lakukan adalah mendapati Ryeowook dengan perasaan yang sama saat itu.
Akhirnya In Jung berhenti setelah sekian menit dia berlari seperti singa liar yang mencari cinta. Di temukan dirinya berada di depan sebuah gedung tua. Sekarang, hatinya lebih sakit lagi. Karna perasaannya membawanya di tempat dimana mereka berdua telah berjanji, jika mereka terpisah, mereka harus saling mengingat satu dan lain dengan cinta dan sayang, sambil menulis nama mereka berserta love ditengahnya, pas di depan tembok In Jung berdiri.
Tak lama setelah itu, ada tangan yang begitu hangat memeluk erat dari belakang dan berkata “In Jung-ah! Menangislah jika ingin menangis! Setelah itu, kamu takkan menangis lagi! Kamu akan menunggu oppa kan?!”. Disertai dengan tepukan di pundak In Jung sebanyak 3 kali. Ternyata, perasaan yang sama membawa Ryeowook ke bangunan tua itu dan menemukan In Jung berdiri disana dengan peresaan yang sakit. Namun, niat untuk menjadikan In Jung sebagai pacarnya, menjadi sirna. Pikirnya, long distance relation akan membuat In Jung menderita.
Melihat In Jung menangis dan menggenggam tangannya begitu keras, Ryeowook tak kuasa menahan nafsu untuk memiliki In Jung sebagai kekasih hatinya sejak dulu.
Diangkatnya kepala In Jung perlahan dengan penuh kasih sayang, dan kemudian dengan cinta Ryeowook mengecup bibir mungil In Jung yang saat itu tak berhenti menangis.

   "kyaaaaaa...!"
   "Ryeowook oppa!"
   "Oppa, Andwae!" Teriak ELF.

   Seakan berada dalam dunia fatamorgana, Ryeowook memegang kepala In Jung dengan ke-2 tangannya . In Jung hanya terdiam, membiarkan Ryeowook menyentuh bibirnya yang halus, sambil memejamkan mata dan mengepal tanganya. Tak di hiraukannya teriakan Fans yang membunuh stadiun. Yang terpenting, In Jung telah mendapati cinta yang ingin ia miliki sejak dulu.


   "Ya!! Yeoja itu! aigooo!"
   "Yaaaaa!"
"Oppa! Andwae! Biar aku saja yang menggantikan perempuan itu!"
   "So sweet..!"
   "Oppa, Fighting!"
Kata ELF berturut-turut.
   "Aigoo! Uri Ryeowook! Chughae !". Leetuk
   "Ommo!..". Siwon
   "Ya! ya! ya! pergi keruang ganti sana! aiishh!" Sungmin.
   "wahhh! Hyung-ah! kamu hebat!". Khuhyun.
   " Wooki-ah! kamuu! Aigo aku bangga padamu!". Kata Shindong sambil membungkukkan badan.
   "In Jung-ah! Aku juga mencintaimu! Na Saranghae!" Kata Ryeowook melepaskan ciumannya.
   ''Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)...
''
  In Jung hanya terdiam, namun menikamati bagaimana perasaan yang saling menyanyangi juga memiliki seperti ini. Jika saja ini terjadi sejak dulu sebelum Ryeowook pergi, hal terindah seperti ini tak akan terjadi. In Jung hanya bersyukur dan tersenyum dalam kecupan itu dan terus menangis. Namun kali ini, yang ada hanyalah tangis bahagia dan haru yang tak terbendung.
Menyadari akan apa yang di lakukannya, Ryeowook akhirnya memeluk In Jung yang berbalik belakang dengan Fans dan kemudian meminta maaf serta berterimakasih kepada ELF.
“ELF! Mianhamnida!”
“ELF-ah! Ini adalah wanita yang aku cintai! Tolong dukung kami, agar saling mencintai! Namun begitu, kalian adalah wanita yang selalu menemaniku! Jadi, mari kita membangun hubungan yang harmonis juga!” kata Ryeowook dengan senyuman yang lepas.
Satu persatu akhirnya mulai menuruni tangga, menuju ruang ganti karna telah berakhir konser yang mereka adakan. Namun sebelumnya, Ryeowook menarik In Jung berdiri di sampingnya, agar semua Fans tahu dengan tepat, bagaimana rupa In Jung sebenarnya. Walaupun begitu, In Jung masih menundukkan wajahnya, karna gugup dan betapa malunya dia bisa berdiri di stage itu.
“ELF, bye bye! Tapi sebelum itu, bukankah dia cantik?! Tapi, dia sedikit pemalu! Kalian juga cantik seperti dia!” kata Ryeowook sambil menunjuk In Jung.
“In Jung-ah! Katakan hay kepada mereka! Mereka adalah bagian dari kita juga!”
“Annyeonghasaeyo!” sapa In Jung ramah agak sedikit gugup.
Kemudian, Ryeowook dan In Jung menuruni tangga mengikuti member lain masuk ke dalam backstage.

   
   (Ruang ganti)
   "Ya!! Apa kalian berdua baik-baik saja?!". Semua diam.
   "Ahh! arraso!Aku akan meninggalkan kalian berdua disini! tapi, apa boleh aku mengambil kue ini?!"
  "Khuhyun-ah!"
  "Ne! arra! arra! ck!"
kata khuhyun sambil menyentakkan kaki keluar dari ruangan make up. Sengaja dia mengikuti mereka agar bisa mendapatkan kua yang di bawa In Jung.
  "Jung-ah! yang tadi itu.."
  "Ah, Oppa Saeng ill chugha! Tiup lilinya Oppa!"
 Potong In Jung sambil mengambil kue miliknya yang di buat khusus untuk Ryeowook yang di bawah Khuhyun dari panggung tadi.

  "In Jung-ah!" Diambilnya kue itu dari tangan In Jung dan di letakan di samping meja, mereka berdiri.
  "Gumawo! Tapi semua yang terjadi di panggung, adalah serius. Aku mencintaimu. Apa kita bisa menjadi sepasang kekasih?"
  "Oppa!"
  "Sekarang aku tak taku lagi mengatakan hal ini. Dulu aku takut kamu akan menolakku. Sekarang aku siap mendengarnya. aku siap mendegar keputusanmu. Walau aku harus mendengar kata yang tak ingin aku dengar."
 "Oppa, bukankah tadi sudah ku katakan, Aku Mencintaimu?!"
 "Jongmal?!"
 "Ne! Oppa Mianhae! Kalau selama ini tak bisa meyakinkan perasaan Oppa kepadaku. Kedepannya nanti, aku akan berusaha keras lagi untuk membuat Oppa yakin, betapa aku sangat mencintai oppa.”
  "Jung-ah! Saranghae". Di peluknya In Jung yang berdiri di hadapanya.
Setelah lama mereka bercerita, Ryeowook mengajak In Jung keluar dari ruang ganti dan bersiap untuk pulang. Tapi sebelumnya, Ryeowook mengajak In Jung pergi menemui hyung dan dongsaeng nya di luar ruang ganti.
  "Tuk Hyung! In Jung akan pulang. Ya! Hyun-ah, ambil saja kue tart di meja rias".
  “gumawo hyung! Saranghae!”. Khuyun.
  oh! Kamu akan mengantarnya pulangkan Ryeowook-ssi!” Yesung.
  “Ne! Aku akan mengantarnya pulang hyung!”
“kalian berdua, hati-hatilah, banyak paparazi di luar sana, sabaiknya pakai saja jacket” Leetuk.
“Ini!” kata Eunhyuk, sambil memberikan Jacket hitamnya kepada In Jung.
“Ya! Jung-ah! Lepaskan jacket itu! Paki ini” bentaknya kepada In Jung, karna mengambil jacket yang di berikan Eunhyuk.
“Aigooo! Uri Ryeowook beruntung mendapatkan In Jung!” Sungmin.
“ck! Nomu yeopo!” kata Shindong menggoda.
“kalau kalian bermasalah, silahkan mendekatlah kepada saya, Jung-ah!” kata Donghae.
“Bagaimana bisa, ada yang lebih cantik dariku?!”. Heechul
“Stop. Stop. Stop! In Jung-ah, mari kita pergi! Disini terlalu banyak setan!” kata Ryeowook
  "Hyung! Kita pamit dulu! Jung-ah, Kaja!". Tanpa menunggu Leetuk menjawab, Ryeowook langsug menarik In Jung pergi.
  "aigo.. ada yang cemburu! In Jung-ah! Saranghae! Telpon aku, jika kamu berkelahi dengan Ryeowook!” Goda Eunhyuk sekali lagi.
    ...........................
  "Jung-ah! Jaga diri, Oppa akan balik sekarang, apa bisa?!"
  "Ne! Oppa jaga diri juga!"
  "Kurom, jalga In Jung!". Pamit Ryeowook sambil mencium dahi In Jung.
  "Jung-ah!"
  "Wae, Oppa?"
  "Tidur yang baik, In Jung!" Saranghae!"
  "Oppa Saranghae!". Teriak In Jung.
  "Jung-ah! Kamu harus berjanji akan datang menjengukku tiap saat! aku juga akan mencari waktu mengunjungimu!"
  "Ne, Oppa! Oppa pulanglah! Oppa pasti lelah! Oppa perhilah!" sambil tersenyum, In Jung menyuruh Ryeowook untuk balik secepatnya, karna telah larut malam.
  "Yah! In Jung-ah!"
  "Eh?! kenapa lagi Oppa?"
  "Jung-ah! Saranghae!"
  "Oppa, Saranghae!"
  "Junga-ah!"
  "Wae?!"
  "Junga-ah siapa yang merencanakan semua ini?"

  (Dorm)
  "Yesung hyung! Gumawo1" Sambil memeluk Yesung.
  "Ya! ya! ya! Waeyo?1
  "Hyung-ah! Nomu nomu nomu nomu nomu nomu saranghae!" sambil memeluk Yesung lagi.
  "Changkaman! Hyung tadi ciuman dengan In Jungi. Bilang Cinta kepada In Jung. sekarang memeluk Yesung hyung. Bilang Cinta sama Yesung Hyung. Ya! Hyung mau berpaling?!" tanya Khuhyun.
  "Aniyo! Ani. Ani!" bentak yesung.
  "hyun-ah! aku sama hyung bukan apa-apa! aku hanya mau berterimaksaih sama Hyung atas suprise yang indah ini. Tapi, Kenapa Hyung terlihat acuh tak acuh sama aku tadi?!". Tanya Ryeowook mendekati Yesung.
  Yesung berdiri dan menjelasan bahwa tadi ia sedang cemas, karna In Jung belum sampai di tempat konser. Padahal, acara surprise itu seharusnya sudah di lakukan saat itu. Tapi, beruntung ELF  masih menyediakan kejutan lain. Karna itu, saat member lain memeluk Ryeowook, Yesung menjauh karna sedang menelpon In Jung dan kru yang lain.
  "Apa kamu mengerti?!"
  "Ne! Arra!"
  "Wooki-ah! Saeng-ill chughae! Mianhe tadi membuatmu banyak menangis!"
  "Hyung-ah! aku terharu! Jongmal gumawo!"
 "Semuanya, telah bekerja keras tadi! Tapi begitu, cepatlah tidur! besok kita harus ke taiwan! kita punya jadwal besok!" Pinta Leetuk melihat suasana dorm yang masih kacau.
  "Tuk hyung! beri aku sedikit waktu lagi! aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua ELF yang tlah memberiku dukungan tadi."
  "iya-iya! cepatlah!"
...............................
 "Untuk ELF yang telah memberiku dukungan di twitter, dan juga di konser tadi, aku sangat bangga dan mencintai kalian! aku bahagia karena kalian. Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk membuat kalian nyaman bersamaku dan Super Junior. Dan juga, tolong dukung hubunganku dengan In Jung! Aku bersyukur punya kalian yaang selalu mencintaiku dalam keadaan apapun!
  SARANGHAE, Ryewook"
  "Untuk In Jung terimaksih banyak! Aku Sungguh Mencintaimu! suatu hari nanti aku akan menyanyikan Marry You untukmu, dan menunggu jawaban yang akan kamu katakan. Saat itu, kita akan saling tukar cincin. Kamu maukan Jung-ah?
"Tidak peduli seberapa lelah kita
aku akan selalu disampingmu
hari-hari  akan kita lalui bersama
aku kan slalu di sampingmu
aku telah menyiapkan cincin ini sejak dulu
aku mohon pasang cincin yg bersinar ini di jariku
ingat janji yg telah kita buat bersama, 
Maukah Kamu Menikah Denganku ?"

"Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo
Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo
Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang
Naui geudae jikyuhjulgeyo
Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo
Woori suhro saranghagiro geuppuniya
Nawa Gyuhrhonhaejullae? I do
"