Lengh: 11 halaman F4
annyonggg! *Ryeowook style*
hope you enjoying cinggudeul! skalian, kritik saran yah... ;)
Terus mencintai Oppa Oppa yah! *kedip mata
Here you are...........
''Pyuhngsaeng
gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)Himdeulgo
uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)...''
Sambil teangkat dari panggung, Ryeowook menghabiskan part
terakhir dari lagu Marry U, Super Junior
"Nawa
gyuhrhonhaejullae? I do"
Tiba-tiba lampu panggung mati. Bintang
yang bersinar itu menghilang di tengah panggung. Tak lama setelah panggung
menjadi gelap, terdengar hits yang di nantikan oleh ELF. Sambil berteriak, ELF
mengangkat kepala melihat oppa-oppa yang melayang dia atas kepala mereka menuju
panngung utama.Tempat dimana mereka terlihat sangat mengagumkan, seperti
SUPERMAN.
"Because
i nagghty , Hey! I'm Mr simple
Because i
naughty, naughty,
daradadadadaa..
daradadadadaa..
Suju Kanda!"
"Su-Peo-Ju-Ni-Eo!
Mi-Seu-Teo-Sim-Peul!Su-Peo-Ju-Ni-Eo!Mi-Seu-Teo-Sim-Peul!
Suju
Ganda!"
Seperti lautan yang dalam dan menakutkan,
fanchant juga Saphire Blue Ocean membunuh semua perasaan yang ada kecuali
cinta. Cinta kepada oppa takkan habis.
“Blow Your Mind
kara Mr. Simple
Blow Your Mind ttaega wattjanha Duryeowo malgo
Blow Your Mind kaja Mr. Simple
Blow Your Mind kara Mr. Simple”
"Kyaaaa..."
"Oppa!.."
"Saranghae!"
Akhirnya, penantian telah berakhir.
mengakhiri SuShow tour, Super Junior berjalan, berlari, berpelukan,
kejar-kejaran, berpegangan tangan, main air sambil menuju panggung utama.
Menunggu memberlain, Leader Leetuk mengucapkan terimakasih sambil menangis.Tak
lama setalah ia mengucapkan terimakasih, kira-kira 10 menit. Eetuk menegok ke
kiri dan kekanan. Merasa semua telah berdiri berjejer bersamanya di panggung
utama, dia mulai menghitung dan kemudian serentak mengucapkan terimakasih.
"Jongmal gumawo!".
Selain Ryewook, semua member lain telah berdiri dan
melambaikan tangan kepada para fans. Ryewook masih membungkuk dan mengucapkan
terimakasih berulang-ulang dengan suara yang keras dan sambil menangis menahan
haru atas project "HAPPY B'DAY RYEOWOOK OPPA" yg dibuat ole ELF
khususnya ELF Indonesia, yang kemudian menjadi Trending Topik pada detik itu
juga di twitter menjelang menit pertama peringatan hari lahirnya.
"Hyung-ah! Gwaenchanayo?!". Khuhyun mendekat dan memeluk
Ryeowook disertai memeber lain selain Yesung.
Seperti telah di rencanakan, ELF serempak berkata "Jangan
mengis Oppa!"
Segera Leetuk mengambil
microphone, dan seperti biasa, mulai berinteraksi dengan ELF.
"Uri-neun super junior!". "Oeyo!"
"ELF-deul, kalian senang?". "Ne!"
"Apa kalian mencintai Ryeowook Oppa?". "Ne!"
"Kalau begitu, Katakan Ryeowook oppa! jangan menangis lagi! Saranghae
Oppa!".
"Ryeowook oppa! jangan menangis lagi! Saranghae Oppa!" serempak, ELF berteriak sebagaimana
kuat mereka mencintai Ryeowook.
Karena terharu, Ryeowook kemudian mengangkat
wajah untuk mengucapkan terimakasih. Tapi belum sempat Ryeowook berkata,
Ryeowook tertawa dan menangis. Benar-benar merupakan 26 birthday project yang
tak akan ia lupakan.
"Oppa!" teriak ELF.
"ELF-deul!
Saranghaeyo! gumawo!" Ryeowook menangis lagi karena terharu atas
project ELFRyeosomnia dengan menuliskan "SAENG ILL CHUGHA OPPA"
menggunakan Lighstick. Kemudian mendapati para member lain menggunakan
kaos dengan gambar dirinya sedang memakai celemek yang memasak dalam bentuk
chibi dan bertuliskan "SAENG ILL CHUGHA, URI RYEOWOOK". Entah sejak
kapan, Leetuk dan lainya berganti pakaian seperti itu. Yang Ryeowook tahu, itu
sangat mengesankan setelah beberapa hari ini, para hyung dan dongsaeng Khuyun
mencoba membuatnya marah.
Masih dengan mata yang
bengkak, Ryeowook memeluk member Super Junior sambil bertanya, siapa yang
menyediakan semua kejutan ini.
"Hyung-ah! Siapa yang
melakukan ini semua? aku harus berterimakasih kepadanya!"
"Mian wooki-ah! hyung
benar-benar tidak tahu"
jawab Yesung, acuh tak acuh seperti tak peduli.
Saat Ryeowook tenggelam dengan
keterharuannya, saat Yesung seakan tak peduli dengan dirinya, saat ELF dan
member lain menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuk Ryeowook, diwaktu yang
bersamaan pula terdengar satu suara yang merdu, mampu menjangkau seluruh area
konser. Bahkan mampu menembus dirinya. Sepertinya bukan perasaan senang, tapi
sakit yang ia rasakan. Suara itu begitu lembut .....
" Saeng-ill
Chugha Hamnida...."
Sejenak semuanya terdiam. Ruangan seperti
terhipnotis dengannya. Siapa itu?. tak ada yang tahu. Hanya sebuah suara yang
datang entah dari mana suara itu berasal. Suara itu menggema dan mengalun pelan
di gendang telinganya. Terdengar sangat tidak asing dalam kehidupan Ryeowook.
Suara yang di rindukannya setiap saat. Suara yang membuatnya merasa nyaman,
tapi kadang membuatnya merasa bersalah sepanjang ia merindukan suara itu. Entah
berapa menit Ryeowook terdiam dan berharap. Sesegera mungkin Ryeowook menoleh
kanan dan kiri. Depan dan Belakang Panggung. Secepatnya ingin menemukan siapa
pemilik suara yang bernyanyi itu. Tapi, tidak bisa. Matanya
terhalang oleh redupnya lampu dan air mata yang tergantung di bawah matanya.
Suara itu mendekat. Semakin keras. Semakin
membuatnya merindukan seseorang yang ia kenal entah siapa. Yang telah lama
menghilang dari kehidupanya. Bahkan bayang wajahnya, hampir tak ada sama
sekali. Yang tersisa hanya perasaan yang dulu ia rasakan. Dan sekarang muncul,
juga meledak begitu mendengarnya. Mungkinkah dia?!. Tapi siapa?!.
" Saeng-ill
Chugha Hamnida...."
Suara itu semakin menyakiti perasaan Ryeowook.
Bisa terbayang bagaiman rindunya ia kepada pemilik suara yang sedang beryanyi
dan bagaimana gilanya ia mencoba berpikir dan ingin mendapati, siapa pemilik
suara itu. Rasanya ingin menangis. Tapi, sakit yang menahan air matanya keluar
dan hanya menggantung seperti monyet di selah matanya.
"Tolong, nyalakan lampunya! Aku
mohon! Sekarang!".
Teriak Ryeowook tak sabar, bercampur emosi.
Atas permintaan Ryeowook, lampu sorot yang biasa di
gunakan saat mereka tampil, akhirnya di sorot tepat di ujung stage yang
tersambung dengan tempat duduk VVIP bagi ELF. Tepat di tempat dimana suara dan
lagu itu berasal.
Suasana semakin mendukung Ryeowook untuk terhentak kebelakang. Rasanya sakit
sekali. Sakit sekali sampai harus terjatuh. Sakit sekali sampai harus bungkam
dan diam. Sangat sakit. Hanya hati dan air mata yang bisa merasakan bagaimana
rasa sakit itu.
"Saranghaeyo
Ryeowook oppa,
Saeng-ill
Chugha Hamnida...."
Suara yang mampu membuat Ryeowook terjatuh.
Membuat Ryeowook mati kaku tak berdaya. Suara itu datang menemui Ryeowook.
Suara itu berjalan pelan menuju stage
dan berhenti di tempat Ryeowook membisu.
"Saeng-ill Chugha, oppa!"
“Haruskah saya bernyanyi lagi, oppa?!”
Ryeowook hanya terdiam, masih terhanyut dari
ketidakpercayaannya melihat siapa pemilik suara itu. Tak kuasa menahan air
mata, Ryeowook mulai mengelus pipi gadis yang ia kenali itu. Berharap, dia
tidak sedang bermimpi. Jikapun bermimpi, ia tidak ingin bangun selamanya.
"Oppa!"
"Jung-ah!"
peluk Ryeowook.
"Oppa, gweanchana?"
Tanpa bersuara Ryeowook mengeratkan pelukannya.
Terdiam beberapa saat.
"Tolong, diam sebentar! pinjamkan aku
tubumu untuk bersandar! aku lelah dengan ini!". Semakin lama, semakin kuat perasaan itu.
Semakin sakit rasanya. Semakin banyak kenangan yang terbayang.
"Wae? kenapa kembali?"
"Oppa!"
"sst! tolong jangan bicara! aku semakin sakit dan lemah jika mendengar
suaramu!"
"Oppa, mianhae". Bisik In Jung di telinga kanan Ryeowook
sambil membalas pelukan Ryeowook yang sedari tadi memeluknya.
"Sungguh, aku ingin manangis jung-ah!" kata Ryeowook dalam hati.
"Oppa Gwenchana! menangislah jika ingin
menangis!" seperti telah mengetahui perasaan Ryeowook, In Jung berkata
sambil menepuk bahu Ryeowook 3 kali. Seperti yang selalu dilakukan Ryeowook
waktu In jung ingin menangis dulu. Teringat, saat Ryeowook membelikan es krim dengan krim
caramel diatasnya. Setelah jam pelajaran usai. Dalam perjalanan pulang, In Jung
tak sengaja jatuh sampai es krimnya tak bisa lagi menjadi santapan anak SD
seperti In Jung. “Jung-ah, Gwenchana!
menangislah jika ingin menangis!”
kemudian berkata oppa akan selalu membantumu, ini untuk In Jung-ah. Mengangkat
In Jung sambil memberikan Es Krim miliknya dan menepuk bahu In Jung sabanyak 3
kali. Seterusnya seperti itu, sampai In Jung mendengar Ryeowook direkrut oleh SME untuk menjadi
Traineer. In Jung kemudian lari meninggalkan Ryeowook begitu saja di taman
kota. Padahal, hari itu adalah hari yang ingin Ryeowook habiskan bersama,
sebelum ia akan di sibukkan menjadi Treineer yang baru untuk menjadi Super Star
seperti sekarang.
"Mianhae! jongmal mianhae In Jung-ah!
Na, Bogoshipo! Nomu bogoshipo! jongmal bogoshipo!" ucapnya cepat sambil
menangis. Lebih lama Ryewook mengungkapkan perasaan rindunya, lebih erat juga
pelukannya, dan semakin kecil intonasi suaranya.
"Mianhae oppa!"
"Aniyo!"
"Ani oppa! Oppa terlihat begitu menderita sampai harus menangis. Oppa
pasti mendapat banyak masalah. Oppa jongmal mianhamnida!"
"Kure? Kamu adalah orang yang seharusnya sadar, bahwa kamu yang membuatku
menderita dan menangis seperti ini!."
"Oppa, ottoke?!" tanya In Jung mulai panik.
"Otteke? Kamu masih menanyak harus bagaimana? bukankah kamu melihat
sendiri bagaimana aku menangis? tidakkah seharusnya aku yang berkata, harus
bagaimana?! Ha?!" Bentak Ryeowook.
"Oppa! Congmal Mianhaeyo! oppa Aniyo! Oppa..." Sambung In Jung kaget dan mulai menagis
mendengar teriakan Ryeowook. Teriakan itu sangat menusuk hatinya, sambil
berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ryeowook. Tapi Ryeowook masih dengan
egonya memeluk In Jung.
"Oppa! jangan buat aku terlihat seperti orang gila! Oppa membentakku,
tapi Oppa memelukku! Oppa, tolong lepaskan aku!"
"Ya! Jung-ah! kamu memang benar-benar sudah gila! kamu memang
benar-benar ingin lepas dari pelukanku?!"
"Iya". Jawab In Jung cepat.
"Kurom, tetaplah seperti ini! berlagaklah seperti kita tak saling
mengenal!"
"Oppa!.." panggil In Jung pelan sambil kecegukkan.
Menyadari hal itu, Ryewook melepaskan pelukannya
serta membiarkan In Jung berdiri tepat didepannya.
"Mianhae In Jung! tadi aku terbawa emosi!". Tapi In Jung
masih tak kuasa menahan air matanya. Sampai-sampai ia takut mengangkat
wajahnya, melihat Ryeowook yang berada tepat di depanya.
Tangan Ryeowook bergerak, namun di hentikan oleh In
Jung, ketika In Jung menyadari bahwa Ryeowook akan menghapus air mata yang
sedari tadi keluar tanpa sengaja.
"Oppa!"
"Oppa! Na, Saranghae Oppa!" Teriak In Jung sekuat
tenaga, sampai harus menggenggam erat tangan Ryeowook, tertunduk dan terus
menangis sambil mengulangi kata yag ingin dia katakan dulu sebelum ia berlari
meninggalkan Ryeowook sendirian di tengah kota, malam dimana mereka berdua
seharusnya menjadi sepasang ke kasih. Namun, sayang In Jung masih tak percaya
jika mereka harus menjalani long direct Relation. Akhirnya In Jung berlari
tanpa arah. Yang ia tahu, air mata dan sakitnya hati membawa ia berlari entah
kemana. Tak peduli apa yang akan terjadi, dimana ia berada, yang ingin ia
lakukan adalah mendapati Ryeowook dengan perasaan yang sama saat itu.
Akhirnya In Jung berhenti setelah sekian
menit dia berlari seperti singa liar yang mencari cinta. Di temukan dirinya
berada di depan sebuah gedung tua. Sekarang, hatinya lebih sakit lagi. Karna
perasaannya membawanya di tempat dimana mereka berdua telah berjanji, jika
mereka terpisah, mereka harus saling mengingat satu dan lain dengan cinta dan
sayang, sambil menulis nama mereka berserta love ditengahnya, pas di depan
tembok In Jung berdiri.
Tak lama setelah itu, ada tangan yang
begitu hangat memeluk erat dari belakang dan berkata “In Jung-ah! Menangislah jika ingin menangis! Setelah itu, kamu takkan
menangis lagi! Kamu akan menunggu oppa kan?!”. Disertai dengan tepukan di
pundak In Jung sebanyak 3 kali. Ternyata, perasaan yang sama membawa Ryeowook
ke bangunan tua itu dan menemukan In Jung berdiri disana dengan peresaan yang
sakit. Namun, niat untuk menjadikan In Jung sebagai pacarnya, menjadi sirna.
Pikirnya, long distance relation akan membuat In Jung menderita.
Melihat In Jung menangis dan menggenggam
tangannya begitu keras, Ryeowook tak kuasa menahan nafsu untuk memiliki In Jung
sebagai kekasih hatinya sejak dulu.
Diangkatnya kepala In Jung perlahan
dengan penuh kasih sayang, dan kemudian dengan cinta Ryeowook mengecup bibir
mungil In Jung yang saat itu tak berhenti menangis.
"kyaaaaaa...!"
"Ryeowook oppa!"
"Oppa, Andwae!" Teriak ELF.
Seakan berada dalam dunia fatamorgana, Ryeowook memegang kepala In
Jung dengan ke-2 tangannya . In Jung hanya terdiam, membiarkan Ryeowook
menyentuh bibirnya yang halus, sambil memejamkan mata dan mengepal tanganya.
Tak di hiraukannya teriakan Fans yang membunuh stadiun. Yang terpenting, In
Jung telah mendapati cinta yang ingin ia miliki sejak dulu.
"Ya!! Yeoja itu! aigooo!"
"Yaaaaa!"
"Oppa! Andwae! Biar aku saja yang menggantikan
perempuan itu!"
"So sweet..!"
"Oppa, Fighting!" Kata ELF berturut-turut.
"Aigoo! Uri Ryeowook! Chughae !". Leetuk
"Ommo!..". Siwon
"Ya! ya! ya! pergi keruang ganti sana! aiishh!"
Sungmin.
"wahhh! Hyung-ah! kamu hebat!". Khuhyun.
" Wooki-ah! kamuu! Aigo aku bangga padamu!". Kata
Shindong sambil membungkukkan badan.
"In Jung-ah! Aku juga mencintaimu! Na Saranghae!" Kata Ryeowook
melepaskan ciumannya.
''Pyuhngsaeng
gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)Himdeulgo
uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)...''
In Jung hanya terdiam, namun menikamati
bagaimana perasaan yang saling menyanyangi juga memiliki seperti ini. Jika saja
ini terjadi sejak dulu sebelum Ryeowook pergi, hal terindah seperti ini tak
akan terjadi. In Jung hanya bersyukur dan tersenyum dalam kecupan itu dan terus
menangis. Namun kali ini, yang ada hanyalah tangis bahagia dan haru yang tak
terbendung.
Menyadari akan apa yang di lakukannya,
Ryeowook akhirnya memeluk In Jung yang berbalik belakang dengan Fans dan
kemudian meminta maaf serta berterimakasih kepada ELF.
“ELF!
Mianhamnida!”
“ELF-ah!
Ini adalah wanita yang aku cintai! Tolong dukung kami, agar saling mencintai!
Namun begitu, kalian adalah wanita yang selalu menemaniku! Jadi, mari kita
membangun hubungan yang harmonis juga!” kata Ryeowook dengan senyuman yang lepas.
Satu persatu akhirnya mulai menuruni
tangga, menuju ruang ganti karna telah berakhir konser yang mereka adakan.
Namun sebelumnya, Ryeowook menarik In Jung berdiri di sampingnya, agar semua
Fans tahu dengan tepat, bagaimana rupa In Jung sebenarnya. Walaupun begitu, In
Jung masih menundukkan wajahnya, karna gugup dan betapa malunya dia bisa berdiri
di stage itu.
“ELF,
bye bye! Tapi sebelum itu, bukankah dia cantik?! Tapi, dia sedikit pemalu!
Kalian juga cantik seperti dia!”
kata Ryeowook sambil menunjuk In Jung.
“In
Jung-ah! Katakan hay kepada mereka! Mereka adalah bagian dari kita juga!”
“Annyeonghasaeyo!” sapa In Jung ramah agak sedikit gugup.
Kemudian, Ryeowook dan In Jung menuruni
tangga mengikuti member lain masuk ke dalam backstage.
(Ruang ganti)
"Ya!! Apa kalian berdua baik-baik saja?!". Semua diam.
"Ahh! arraso!Aku akan meninggalkan
kalian berdua disini! tapi, apa boleh aku mengambil kue ini?!"
"Khuhyun-ah!"
"Ne! arra! arra! ck!" kata khuhyun sambil menyentakkan kaki keluar dari ruangan
make up. Sengaja dia mengikuti mereka agar bisa mendapatkan kua yang di bawa In
Jung.
"Jung-ah! yang tadi itu.."
"Ah, Oppa Saeng ill chugha! Tiup lilinya Oppa!" Potong In Jung sambil mengambil kue miliknya
yang di buat khusus untuk Ryeowook yang di bawah Khuhyun dari panggung tadi.
"In Jung-ah!" Diambilnya
kue itu dari tangan In Jung dan di letakan di samping meja, mereka berdiri.
"Gumawo! Tapi semua yang terjadi di panggung, adalah serius. Aku
mencintaimu. Apa kita bisa menjadi sepasang kekasih?"
"Oppa!"
"Sekarang aku tak taku lagi mengatakan hal ini.
Dulu aku takut kamu akan menolakku. Sekarang aku siap mendengarnya. aku siap
mendegar keputusanmu. Walau aku harus mendengar kata yang tak ingin aku
dengar."
"Oppa, bukankah tadi sudah ku katakan, Aku
Mencintaimu?!"
"Jongmal?!"
"Ne! Oppa Mianhae! Kalau selama ini tak bisa meyakinkan perasaan
Oppa kepadaku. Kedepannya nanti, aku akan berusaha keras lagi untuk membuat
Oppa yakin, betapa aku sangat mencintai oppa.”
"Jung-ah! Saranghae". Di peluknya In Jung yang berdiri di
hadapanya.
Setelah lama mereka bercerita, Ryeowook
mengajak In Jung keluar dari ruang ganti dan bersiap untuk pulang. Tapi
sebelumnya, Ryeowook mengajak In Jung pergi menemui hyung dan dongsaeng nya di
luar ruang ganti.
"Tuk Hyung! In Jung akan pulang. Ya! Hyun-ah, ambil saja kue tart di meja
rias".
“gumawo hyung! Saranghae!”. Khuyun.
“oh! Kamu akan mengantarnya
pulangkan Ryeowook-ssi!” Yesung.
“Ne! Aku
akan mengantarnya pulang hyung!”
“kalian berdua, hati-hatilah, banyak paparazi di luar sana,
sabaiknya pakai saja jacket” Leetuk.
“Ini!” kata Eunhyuk, sambil memberikan Jacket hitamnya
kepada In Jung.
“Ya! Jung-ah! Lepaskan jacket itu! Paki
ini” bentaknya kepada In Jung, karna mengambil jacket yang di berikan
Eunhyuk.
“Aigooo! Uri Ryeowook beruntung
mendapatkan In Jung!” Sungmin.
“ck! Nomu yeopo!” kata Shindong
menggoda.
“kalau kalian bermasalah, silahkan
mendekatlah kepada saya, Jung-ah!” kata Donghae.
“Bagaimana bisa, ada yang lebih cantik
dariku?!”. Heechul
“Stop. Stop. Stop! In Jung-ah, mari kita
pergi! Disini terlalu banyak setan!” kata Ryeowook
"Hyung! Kita pamit dulu! Jung-ah, Kaja!". Tanpa menunggu Leetuk menjawab,
Ryeowook langsug menarik In Jung pergi.
"aigo.. ada yang cemburu! In Jung-ah! Saranghae! Telpon aku, jika kamu
berkelahi dengan Ryeowook!” Goda
Eunhyuk sekali lagi.
...........................
"Jung-ah! Jaga diri, Oppa akan balik sekarang, apa bisa?!"
"Ne! Oppa jaga diri juga!"
"Kurom, jalga In Jung!".
Pamit Ryeowook sambil mencium dahi In Jung.
"Jung-ah!"
"Wae, Oppa?"
"Tidur yang baik, In Jung!" Saranghae!"
"Oppa Saranghae!".
Teriak In Jung.
"Jung-ah! Kamu harus berjanji akan datang menjengukku tiap saat! aku
juga akan mencari waktu mengunjungimu!"
"Ne, Oppa! Oppa pulanglah! Oppa pasti lelah! Oppa perhilah!" sambil tersenyum, In Jung menyuruh Ryeowook
untuk balik secepatnya, karna telah larut malam.
"Yah! In Jung-ah!"
"Eh?! kenapa lagi Oppa?"
"Jung-ah! Saranghae!"
"Oppa, Saranghae!"
"Junga-ah!"
"Wae?!"
"Junga-ah siapa yang merencanakan semua ini?"
(Dorm)
"Yesung hyung! Gumawo1" Sambil memeluk Yesung.
"Ya! ya! ya! Waeyo?1
"Hyung-ah! Nomu nomu nomu nomu nomu nomu saranghae!" sambil memeluk Yesung lagi.
"Changkaman! Hyung tadi ciuman dengan In Jungi. Bilang Cinta kepada In
Jung. sekarang memeluk Yesung hyung. Bilang Cinta sama Yesung Hyung. Ya! Hyung
mau berpaling?!" tanya Khuhyun.
"Aniyo! Ani. Ani!" bentak yesung.
"hyun-ah! aku sama hyung bukan apa-apa! aku hanya mau berterimaksaih sama
Hyung atas suprise yang indah ini. Tapi, Kenapa Hyung terlihat acuh tak acuh
sama aku tadi?!". Tanya Ryeowook mendekati Yesung.
Yesung berdiri dan menjelasan bahwa tadi ia sedang
cemas, karna In Jung belum sampai di tempat konser. Padahal, acara surprise itu
seharusnya sudah di lakukan saat itu. Tapi, beruntung ELF masih
menyediakan kejutan lain. Karna itu, saat member lain memeluk Ryeowook, Yesung
menjauh karna sedang menelpon In Jung dan kru yang lain.
"Apa kamu mengerti?!"
"Ne! Arra!"
"Wooki-ah! Saeng-ill chughae! Mianhe tadi membuatmu banyak menangis!"
"Hyung-ah! aku terharu! Jongmal gumawo!"
"Semuanya, telah bekerja keras tadi! Tapi begitu,
cepatlah tidur! besok kita harus ke taiwan! kita punya jadwal besok!" Pinta Leetuk melihat suasana dorm yang
masih kacau.
"Tuk hyung! beri aku sedikit waktu lagi! aku ingin mengucapkan banyak
terimakasih kepada semua ELF yang tlah memberiku dukungan tadi."
"iya-iya! cepatlah!"
...............................
"Untuk
ELF yang telah memberiku dukungan di twitter, dan juga di konser tadi, aku
sangat bangga dan mencintai kalian! aku bahagia karena kalian. Aku akan
berusaha lebih keras lagi untuk membuat kalian nyaman bersamaku dan Super
Junior. Dan juga, tolong dukung hubunganku dengan In Jung! Aku bersyukur punya
kalian yaang selalu mencintaiku dalam keadaan apapun!
SARANGHAE, Ryewook"
"Untuk In Jung terimaksih banyak! Aku Sungguh Mencintaimu! suatu hari
nanti aku akan menyanyikan Marry You untukmu, dan menunggu jawaban yang akan
kamu katakan. Saat itu, kita akan saling tukar cincin. Kamu maukan Jung-ah?
"Tidak peduli
seberapa lelah kita
aku akan selalu disampingmu
hari-hari akan
kita lalui bersama
aku kan slalu di sampingmu
aku telah menyiapkan cincin ini sejak dulu
aku mohon pasang cincin yg bersinar ini di jariku
ingat janji yg telah
kita buat bersama,
Maukah Kamu Menikah
Denganku ?"
"Naega geudae ege
deuril guhseun sarangbakke uhbjyo
Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo
Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang
Naui geudae jikyuhjulgeyo
Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo
Woori suhro saranghagiro geuppuniya
Nawa Gyuhrhonhaejullae? I do "