Senin, 01 Oktober 2012

Untuk (Dia) seseorang sebelum (dia)



Membuka halaman baru memang terasa indah.
Putih, bersih, tanpa tintah dan hitam.
Maukupun tak ingin mengetori kertas cantik ini.
Ada ragu ketika hati ingin melangkah maju. Bayang kertas cinta itu masih ada dan berbekas hitam pekat.
Takut jika lembaran baru ini hanya sebuah harapan.
Tintah yang seharusnya hitam pena menjadi kelabu pensil. Cerita itu bisa di hapus dan hilang.
Tak di pungkuri ada harapan yang ku gantungkan dalam hatiku dan dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku tunggu saran dan komentmu