Selasa, 09 Oktober 2012

-Hidup-



Hidup itu seperti koin.
Bulat, pipih, dengan 2 sisi yang berbeda dan bertolak belakang.  Tapi satu.

Dimanakah bagian dirimu?
Dalam kehidupan, ada 2 sifat. Sifat itu berputar mengelabui pikiran kita tentang hidup. Terkadang baik adalah jahat, dan jahat adalah baik.

Perjalanan dan perpindahan kehidupan selalu melompat dari titik satu ke titik lain. Atau mungkin kembali lagi ke titik sebelumnya. Atau lebih memilih diam di satu titik tertentu.
Entah itu titik jenuh atau titik keberhasilan. I don’t know exactly. Tapi jika kau mengatakan kau diam dalam titk keberhasilan, (Hahaa. Kamu adalah satu dari sekian orang yang bodoh dan sombong. Titik keberhasilan itu relative. Masih banyak orang yang lebih dan bisa melakukan apa yang tak bisa kamu lakukan).
Atau, titik dimana kamu merasa kelemahan menutupi keberhasilan bahkan sifat dan jati diri kamu.

Aku sendiripun tak mengerti sampai dimana pemahaman tentang konsep hidupku. Aku hanya ingin menulis apa yang ku lihat. Yang kurasa. Yang terjadi. Yang menjelaskan bagaimana aku hidup dalam kehidupan. Bagaimana kehidupan ada dalam hidupku.
Tapi, hidup tak bisa di jelaskan dengan akal sehat. Itu gila!.
Hidup hanya bisa di pahami dan diimani dengan kepercayaan kita kepada Bapa yang di Sorga.

Hidup itu Abstrak.
Dapatkah kamu menggambarkan hidupmu dalam sebuah kertas putih dan tintah hitam di atasnya? Absolutely not!. Dunia akan terbahak jika aku, kamu menulis dan menggambarkan kehidupan kita dalam satu narative dan puisi kuno dalam lembaran kertas.

Jika Koin diilemparkan, kemudian jatuh, dan menggelinding, Bisakah kita menentukan bagian mana yang tertutup dan bagian mana yang terbuka?.
Begitu juga hidup.
Saat kita berjalan diatas karpet kehidupan kita, takkan ada yang bisa memandang kita pada 2 sisi yang berbeda.
Jika kita berjalan, maka seorang yang berjalan di sebelah kiri kita tak bisa melihat sebelah kanan kita. Dan orang yang berada disebelah kanan kita, hanya bisa melihat sebelah kanan kita.
Kalau begitu, haruskah aku berada di belakang? (Haha. Pertanyaan bodoh).
Kalau begitu, bisakah kamu melihatku, jika kamu berada di belakang saya?
Saya juga tak mengetahui, bagaimana melihat seseorang dengan sudut pandang yang baik. Agar
Ke dua sisi itu dapat di raih. Karena persepsi ini adalah hal mutlak untuk di pahami sebagai pribadi dan pejalan kehidupan.

From me, to you, a life hunter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku tunggu saran dan komentmu