Jumat, 30 Agustus 2013

“Bukan berdedikasi dari orang yang kesepian”

Terkadang kita jenuh.
Tanpa kita sadari, ada begitu banyak hal ada di pikiran kita.
Kita ingin mengeluh, tapi tak ada telinga yang mau mendengar.
Kita ingin menangis, tapi tak ada hati yang siap berempati
Kita ingin berontak, tapi jiwa ini terlalu lemah untuk bergerak.
Bahkan jika diam sekalipun, tak ada tempat untuk mengasingkan diri.
Lalu pada siapa gerangan mulut ini hendak berkata dan berucap tentang apa yang ku lihat, yang ku dengar, yang ku pikir, dan yang ku pendam.

Jahitan kata ini, bukan berdedikasi dari seorang yang kesepian tanpa teman. Hanya saja, saat hampa
datang mengucap salam kepada hati yang sedang lara, terkadang kita merindukan telinga untuk
mendengar, hati yang berempati, bahkan ruang kosong untuk dapat berucap.

Tapi sekalipun tak ada raga yang bersama kita, ada Roh Kudus dalam hati yang bisa dan siap memahami
betapa kacaunya suasana hati, jiwa, pikiran, dan tubuh ini.

Terimakasih Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ku tunggu saran dan komentmu